%X Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pendidikan formal dan pendapatan rumah tangga komunitas pemulung di TPA Air Dingin? Strategi apa yang dipakai pemulung untuk mencari dan memasarkan hasil pulungan serta menjalin kerjasama dengan pemilik lapak dan agen di TPA Air Dingin? Apakah terdapat kemiskinan struktural dan budaya kemiskinan pada komunitas pemulung di TPA Air Dingin Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan peneliti adalah Pemulung yang ada di TPA Air Dingin Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dengan menggunakan teori snowball sampling. Data di kumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keotentikan data diperlukan kesaksian informan yang dapat dipercaya (credible dan realible) dari bahan-bahan yang telah diseleksi (Mestika Zed, 1999). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, Tingkat pendidikan formal pemulung di TPA Air Dingin sangat rendah, dibuktikan dengan hampir 70 % pemulung tamat SD atau tidak tamat Sekolah Dasar, 19 orang atau 23,17 % tamat SMP dan 6 orang yang tamat SMA atau 7,32 % serta tidak satupun pemulung yang tamat perguruan tinggi. Walupun rendahnya tingkat pendidikan pemulung, namun tidak berpengaruh terhadap pendapatan pemulung di TPA Air Dingin karena pekerjaan memulung tidak memerlukan pendidikan dan keahlian khusus tertentu. Strategi pemulung untuk mencari hasil pulungan adalah dengan mencari hasil pulungan lebih pagi dan mengajak anggota keluarga untuk ikut “maraok”. Sedangkan strategi memasarkan barang hasil pulungannya dilakukan dengan cara menjual hasil tersebut kepada pemilik lapak yang mau membeli dengan harga yang lebih tinggi atau menjualnya pada saat harga jualnya lebih mahal atau naik. Pemulung yang ada di TPA Air Dingin belum pernah mendapatkan bantuan secara langsung dari pemerintah kota Padang, sehingga berdampak pada kemiskinan struktural. Pola hidup yang diterapkan masyarakat pemulung di TPA Air Dingin menyebabkan terjadinya kemiskinan kultural. Dimana masyarakatnya menerapkan pola hidup santai karena sudah merasa nyaman dengan sistem kerja yang mereka buat. Pemulung di TPA Air Dingin tidak mau merubah sistem yang telah mereka buat, sehingga mereka tetap berada dalam lingkaran budaya kemiskinan. %D 2012 %K KONDISI SOSIAL, KOMUNITAS PEMULUNG %L repounp39373 %A Sumarni Sumarni %T Studi tentang Kondisi Sosial dan Ekonomi Komunitas Pemulung: Kasus TPA Air Dingin Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang %I Universitas Negeri Padang