TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39287/ M1 - Skripsi KW - Kepercayaan Diri KW - Perceraian Orangtua KW - Siswa SMP Negeri 25 Padang KW - Bimbingan Konseling KW - Psikologi Pendidikan KW - Kesejahteraan Anak KW - Pendidikan Menengah KW - Layanan BK TI - Kepercayaan Diri Siswa yang Orangtuanya Bercerai dan Implikasinya bagi Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 25 Padang ID - repounp39287 PB - Universitas Negeri Padang A1 - Herdian, Iga Y1 - 2015/12/15/ N2 - Penelitian ini dilatarbelakangi dari kenyataan bahwa adanya siswa yang orangtuanya bercerai mengalami permasalahan dalam hal kepercayaan diri, baik dalam belajar, hubungan sosial, dan menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk permasalahan kepercayaan diri siswa yang ditemukan seperti anak suka murung ketika belajar, malu untuk datang ke sekolah sehingga sering absen, menjadi anak yang nakal atau susah diatur, serta pada umumnya prestasi belajar menurun. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai kepercayaan diri siswa yang orangtuanya bercerai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa yang orangtuanya bercerai. Jumlah subjek penelitian sebanyak 29 siswa yang orangtuanya bercerai di kelas VIII dan kelas IX di SMP Negeri 25 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan dengan mengadministrasikan skala pengukuran model Guttman dan dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa yang orangtuanya bercerai dilihat dari aspek percaya pada kemampuan diri mengalami masalah terberat berkaitan dengan perceraian orangtua membuat tidak konsentrasi dalam belajar sebanyak 66%. Aspek berani menjadi diri sendiri memiliki masalah terbanyak berkaitan dengan merasa tersinggung ketika teman mengejek karena orangtua bercerai yaitu 79%. Aspek mempunyai pengendalian yang baik mengalami masalah terberat mengenai merasa sedih ketika ada teman yang menjauhi karena orangtua bercerai sebanyak 72%. Aspek mempunyai cara pandang yang positif memiliki masalah terberat berkaitan dengan kurang mendapat perhatian setelah orangtua bercerai sebesar 83%. Aspek memiliki harapan yang realisitik mengalami masalah berkaitan dengan anggapan bahwa perceraian orangtua sangat menghambat kesuksesan yaitu 28%. Jadi, kepercayaan diri siswa yang orangtuanya bercerai masih perlu untuk ditingkatkan melalui pelayanan BK seperti layanan informasi, penguasaan konten, konseling perorangan dan bimbingan kelompok yang berkaitan dengan peningkatan kepercayaan diri siswa yang orangtuanya bercerai. AV - public ER -