%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Hanesty, Ebnovrio %A FIP UNP, %B Bimbingan dan Konseling FIP UNP %D 2016 %F repounp:39276 %I Universitas Negeri Padang %K Perilaku Prososial, Siswa Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi %T Perilaku Prososial Siswa terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dan Implikasi bagi Layanan Bimbingan Konseling %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39276/ %X Setiap individu berpotensi berperilaku prososial, termasuk siswa dalam interaksinya di sekolah. Adanya keberadaan siswa berkebutuhan khusus bersekolah bersama siswa normal, memungkinkan perilaku prososial siswa tersalurkan. Namun mengingat kecenderungan kenakalan usia remaja disertai fenomena-fenomena ketidakpositifan perlakuan siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus, perkembangan perilaku prososial siswa dipertaruhkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku prososial siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus yang mencakup aspek: berbagi, kemurahan hati, pemberian pertolongan, kejujuran, persahabatan, dan pertimbangan hak dan kesejahteraan siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan secara kuantitas perilaku prososial siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SMA N 7 Padang. Responden penelitian adalah siswa yang sekelas dengan siswa berkebutuhan khusus sebanyak 29 siswa yang berlandaskan pada teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket instrumen penelitian model Skala Likert. Teknik analisis data menggunakan analisis Persentase. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku prososial siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SMA N 7 Padang secara keseluruhan didapatkan gambaran baik, dengan detail aspek: berbagi baik, kemurahan hati baik, pemberian pertolongan baik, kejujuran baik, persahabatan sangat baik, dan pertimbangan hak dan kesejahteraan siswa berkebutuhan khusus baik. Selanjutnya implikasi bagi layanan bimbingan konseling diperlukan guna mempertahankan dan mengembangkan perilaku prososial siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus sebagai acuan dalam melakukan penyusunan program layanan terkait: informasi (persoalan kemurahan hati), penguasaan konten (persoalan berbagi), konseling perorangan (persoalan pemberian pertolongan), bimbingan kelompok (persoalan pertimbangan hak dan kesejahteraan siswa berkebutuhan khusus), maupun konseling kelompok (persoalan kejujuran).