%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Aisyah, Siti %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Sejarah S2 UNP %D 2013 %F repounp:39243 %I Universitas Negeri Padang %K PEMILIHAN PRESIDEN, PEMILU 2009 %T Golongan Putih dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2009 di Kota Padang. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39243/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan proses pemilih menjadi Golput di Kota Padang pada Pilpres 2009, mengidentifikasi faktor penyebab tingginya Golput dan menjelaskan akibat tingginya persentase Golput di Kota Padang pada Pilpres 2009 bagi demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, data dalam penelitian ini berupa dokumen yang diperoleh dari KPU Kota Padang dan KPU Sumatera Barat tentang data Golput pada Pilpres 2009 di Kota Padang, serta wawancara dengan orang-orang yang Golput, aktivis partai politik, pengamat politik, ketua RT, RW, anggota KPU Kota Padang dan kelompok pelaksana pemungutan suara. Informasi juga dikumpulkan dari sumber sekunder, seperti buku-buku, jurnal, koran dan hasil penelitian yang berkaitan dengan fenomena Golput. Temuan penelitian ini adalah: Proses pemilih menjadi Golput di Kota Padang pada Pilpres 2009. Pemilihan Presiden dan wakil Presiden secara langsung pertama kali diadakan pada Pemilu 2004. Sebelumnya, pemilihan Presiden diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pilpres 2004 diadakan dua kali putaran. Pada putaran pertama kebanyakan informan ikut memilih pada Pilpres 2004 dan pada putaran kedua ada sebagaian informan yang tidak ikut memilih dengan alasan karena kesibukan seperti bekerja, tidak ditempat, dan adanya unsur kejenuhan dari informan karena sebelum Pilpres 2004 juga diadakan Pemilu legislatif dan informan juga beralasan tidak ikut memilih karena partainya tidak masuk pada putaran kedua. Pada Pilpres 2009 bentuk-bentuk Golput di Kota Padang yaitu Golput teknis, teknis politis dan Golput politis, Golput yang paling banyak adalah Golput politis. Pada Pilpres 2014 nanti kebanyakan informan tidak ikut memilih karena Pemilu menurut informan hanya dijadikan sebagai alat untuk mencapai kekuasaan semata tanpa memperdulikan nasib negaranya dan janji-janji kampanye tidak ditepati. Faktor penyebab tingginya Golput di Kota Padang pada Pilpres 2009 adalah faktor politis, teknis, dan sosial ekonomi. Akibat tingginya Golput bagi demokrasi legitimasi akan berkurang ketidakmampuan partai politik dan pemerintah menampilkan kinerja, maka fenomena Golput akan mengkristal menjadi faktor internal demokrasi yang potensial menimbulkan pembusukan demokrasi atau pembusukan politik (political decay), sehingga akan berimplikasi melumpuhkan demokrasi, dimana partai politik sebagai mesin pembangkit partisipasi politik dalam demokrasi secara moral ikut bertanggungjawab.