%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Driptufany, Dwi Marsiska %A Fakultas Ilmu Sosial, %B Pendidikan Geografi FIS UNP %D 2012 %F repounp:39136 %I Universitas Negeri Padang %T Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap Wilayah Pesisir Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39136/ %X Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi status nelayan perikanan tangkap berdasarkan alat transportasi, hasil tangkap dan pendapatan nelayan di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian menggunakan teknik analisis penginderaan jauh dan analisis GIS yang didukung oleh data hasil wawancara. Contoh responden di o. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah jenis transportasi nelayan, jarak jangkauan nelayan menuju daerah tangkap ikan target, hasil tangkapan serta pendapatan nelayan di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interpretasi peta dan citra, survei atau observasi lapangan, wawancara, studi literatur dan pengumpulan data dari beberapa instansi. Selanjutnya data diolah dengan software GIS yaitu dengan menggunakan Buffer Analys. Dengan mengaplikasikan software GIS, penelitian ini menemukan hasil sebagai berikut: 1) nelayan perikanan tangkap Kecamatan Koto XI Tarusan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona nelayan tradisional, zona nelayan semi tradisional dan zona nelayan modern, 2) terdapat perbedaan jarak jangkauan pada setiap alat transportasi tangkap nelayan, dimana jarak jangkauan terjauh dicapai oleh nelayan modern dengan menggunakan kapal motor yaitu mencapai jarak 192 km dari garis pantai (menjangkau Kep. Mentawai dan Prop. Bengkulu), 3) terdapat tumpang tindih (overlapping) hasil tangkapan dan jenis ikan tangkapan pada setiap zona, dimana jenis ikan tangkapan nelayan tradisional juga merupakan jenis ikan tangkapan nelayan semi tradisional bahkan modern, 4) pendapatan nelayan di ketiga zona hanya berselisih sedikit bahkan terdapat persamaan pendapatan antara nelayan tradisional dengan nelayan semi tradisional bahkan nelayan modern, 5)Ketergantungan sebagian nelayan terhadap para bandar, menyebabkan nelayan tidak memiliki posisi tawar yang baik terhadap produk ikan yang dihasilkan dari kegiatan penangkapannya.