%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Saragih, Leo Randus %A Universitas Negeri Padang, %B Geografi FIS UNP %D 2013 %F repounp:39134 %I Universitas Negeri Padang %T Kondisi Sarana Prasarana dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa dan Tsunami 25 September 2010 di Desa Malakopa Kecamatan Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39134/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang sarana prasarana dan kondisi sosial masyarakat pasca gempa dan tsunami tanggal 25 September 2010 di desa Malakopa Kecamatan Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, untuk menggunakan indikator sebagai berikut: (1) sarana dan prasarana, (2) pendidikan, (3) perekonomian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan objek, dan kejadian sebagaimana adanya. Adapun populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang terkena gempa dan tsunami tanggal 25 September 2010 di Desa Malakopa Kecamatan Pagai Selatan dan pengambilan sampel penelitian adalah dengan teknik proportional random sampling dengan proporsi 10% dari seluruh populasi yang ada yaitu 50 responden. Teknik annalisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik berupa persentase. Hasil penelitian ini berupa: (1) Kondisi sarana baik itu rumah, gedung sekolah, perkantoran, tempat ibadah, mengalami rusak berat, sedang dan ringan akibat gempa dan tsunami 25 September 2010, (2) Prasarana jalan, listrik, air bersih pasca tsunami mengalami rusak berat dan prasarana telekomunikasi baru dibangun pasca gempa dan tsunami. (3) Tingkat pendidikan anak agak rendah yaitu sebagian besar pendidikan terakhir yang diperoleh anak dalam setiap kepala keluarga adalah tamatan SD, SMP dan SMA, tetapi pasca tsunami minat orang tua dalam menyekolahkan anak sangat tinggi walaupun masih kekurangan dalam biaya pendidikan anak, (3) Gempa berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat karena pasca gempa dan tsunami masyarakat harus memulai usaha dari awal yaitu membukalahan pertanian cengkeh, pala, kakao dan membutuhkan biaya atau modal yang cukup. Mayoritas pekerjaan pokok masyarakat adalah berkebun sedangkan pekerjaan sampingan adalah nelayan dan bedagang.