TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39122/ M1 - masters KW - ???????PINAN TRADISIONAL KW - MASYARAKAT BATAK TI - Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Batak Angkola di Kerajaan Luat Marancar pada Masa Pendudukan Belanda dan Jepang. ID - repounp39122 PB - Universitas Negeri Padang A1 - Sormin, Salman Al Paris Y1 - 2013/// N2 - Masalah dalam penelitian ini yakni hilangnya fungsi dan peranan raja dalam masyarakat pasca invasi paderi dan penjajahan Belanda dan Jepang. Sehingga banyak membawa perubahan dalam sistem pemerintahan tradisional yang telah ada sesuai dengan adat dan budaya Batak Angkola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kepemimpinan tradisional masyarakat Angkola di Kerajaan Luat Marancar sebelum masuknya Belanda. Kemudian untuk mengetahui dampak penjajahan Belanda dan Jepang terhadap kepemimpinan tradisional masyarakat Angkola di Kerajaan Luat Marancar, serta untuk mengetahui perbedaan model kepemimpinan tradisional masa Belanda dan Jepang pada masyarakat Angkola di Kerajaan Luat Marancar. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer dalam penelitian ini yakni catatan-catatan peninggalan raja-raja yang pernah memimpin di kerajaan luat marancar, keturunan para raja yang masih hidup sampai sekarang, tokoh adat serta masyarakat setempat yang dianggap mengetahui riwat kerajaan marancar, sedangkan sumber sekunder yakni aparat pemerintah daerah kecamatan marancar para tetuah adat dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Selain itu juga menggunakan wawancara dengan menggunakan pendekatan disiplin ilmu lain, yakni antropologi, sosiologi sesuai dengan kebutuhan guna memperkaya hasil ini. Dari hasil temuan peneliti, kepemimpinan tradisional pada masyarakat luat marancar sebelum masuknya pengaruh Belanda, seorang pemimpin atau raja memiliki peran dan fungsi sebagai pengayom masyarakat dan kepala adat. Namun setelah masuknya Gouvernement belanda ke luat marancar terjadi perubahan yang signifikan dalam konsep kepemimpinan di luat marancar, yakni perubahan fungsi dan peran raja menjadi kaki tangan pemerintah kolonial Belanda dalam memungut pajak dan mengawasi kerja rodi. Sementara pasca masuknya Jepang, tidak ditemukan perubahan yang signifikan dalam sistem pemerintahan di Kerajaan Luat marancar. AV - public ER -