%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Sefriyeni, Ruri %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Ekonomi/ Geografi S2 UNP %D 2013 %F repounp:39037 %I Universitas Negeri Padang %K PUTUS SEKOLAH, PENDIDIKAN DASAR %T Putus Sekolah pada Pendidikan Dasar (Studi Kasus di Kelurahan Padang Sarai). %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39037/ %X Penelitian ini mengkaji tentang Putus Sekolah Pada Pendidikan Dasar di Kelurahan Padang Sarai. Berdasarkan fokus permasalahan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap : faktor apa yang menjadi penyebab dominan anak mengalami putus sekolah tingkat pendidikan dasar di Kelurahan Padang Sarai.? Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, sedangkan teknik analisis data sebagaimana yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini adalah anak-anak putus sekolah tingkat pendidikan dasar, Kepala Sekolah, guru dan orang tua anak putus sekolah, yang ditetapkan secara purposive sesuai kebutuhan. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti berusaha hadir di lokasi penelitian, melakukan pengamatan yang tekun dan melakukan trianggulasi. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa terdapatnya angka putus sekolah tingkat pendidikan dasar di Kelurahan Padang Sarai. Putus sekolah yang dialami ana-anak tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : faktor ekonomi, , pendidikan orang tua, perhatian orang tua terhadap pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lingkungan (teman sebaya diluar sekolah), faktor kesehatan dan ikut orang tua (pindah). Dari beberapa penyebab anak putus sekolah tersebut, pada umumnya anak putus sekolah tingkat pendidikan dasar tersebut disebabkan oleh orang tua kurang peduli dalam pendidikan anak-anak mereka. Anak putus sekolah tersebut umumnya adalah penduduk pendatang jika dibandingkan dengan penduduk asli. Dengan demikian disarankan kepada Pemerintah setempat agar program pendidikan murah atau gratis yang banyak diwacanakan dan diinginkan kalangan masyarakat, memang akan menolong jika ditinjau secara faktor ekonomi, namun kebijakan ini harus juga ditunjang dengan kebijakan yang lain untuk menuntaskan faktor-faktor penyebab putus sekolah lainnya. Karena faktor ekonomi bukanlah penyebab satu-satunya putus sekolah di dalam masyarakat.