%A Fitra Andela %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan sumber daya alam endemik di Danau Maninjau akibat kegiatan karamba jaring apung, dengan melihat pendapat nelayan pencari ikan maupun penjual ikan olahan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling Hasil penelitian ditemukan bahwa kegiatan keramba jaring apung secara tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi ikan endemik di Danau Maninjau. Jumlah keramba yang terlalu banyak, menyebabkan penumpukan sisa makanan yang tebal di dasar danau. Lalu ketika tubo terjadi, tumpukan sisa makanan yang mengandung zat- zat berbahaya tersebut akan terguncang dan bergerak ke permukaan air. Hal ini menyebabkan ikan kekurangan oksigen, sehingga tidak hanya ikan dalam keramba yang mengalami kematian, namun juga ikan endemik. Sehingga nelayan pencari ikan endemik akan mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Namun hasil tangkapan yang banyak ini tidak sejalan dengan hasil penjualannya. Ketika tubo, harga ikan endemik bisa mencapai Rp 3.000 / kg. Sedangkan harga normalnya Rp 7.000-10.000 / kg, bahkan bisa mencapai Rp 40.000 / kg. Selain itu, masyarakat tidak mau mengkonsumsi hasil danau ketika tubo terjadi. Setelah kejadian kematian ikan secara massal ini terjadi, ikan ikan endemik akan jauh berkurang, sehingga baik nelayan maupun penjual ikan olahan sangat sulit kehidupannya. Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian ikan endemik dan menjaga kelestarian ekosistem Danau Maninjau serta agar kerugian yang ditimbulkan ketika tubo terjadi tidak semakin besar adalah pemerintah dan instansi terkait menyamakan visi dan misi mengenai penanganan Danau Maninjau, membuat peraturan mengenai jumlah karamba yang diperbolehkan di Danau Maninjau. %D 2013 %T Kondisi Ikan Endemik di Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam %L repounp38926 %I Universitas Negeri Padang