%T Pencak Silat Tradisional Kedepatian Tanjung Pauh (Studi Kualitatif di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci ) %I Universitas Negeri Padang %A Jafit Nofliza %X Pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh yang kegiatannya tidak berkembang lagi dan hampir punah di tengah-tengah masyarakat Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci menjadi suatu masalah yang dapat mengancam keberadaan pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh, syarat-syarat belajar, bentuk dan nama gerakan, faktor faktor penghambat perkembangan dan pelestarian pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh. Lokasi penelitian berada di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik snow ball sampling. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi partisipasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman, yaitu meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini memperoleh hasil sebagai berikut : (1) Pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci berasal dari Sanggarang Agung yang merupakan tempat asal pertama nenek moyang Desa Tanjung Pauh Hilir dan tokoh yang megembangkan pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh ini adalah Muyang beliau yang merupakan putra asli dari Kedepatian Tanjung Pauh, (2) Syarat-syarat belajar pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh adalah: a) Beras satu canting setengah, b) Sirih secukupnya yang terdiri: Daun sirih, Rokok daun enau, Daun gambir, Pinang, Kapur sirih, Tembakau, c) Uang adat Rp.5.000. d) Ayam jantan seekor, (3) Gerakan pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh terdiri dari gerakan dasar dan gerakan inti, gerakan dasarnya yaitu kuda-kuda dan langkah. Sedangkan gerakan intinya yaitu jatuhan, tangkapan dan serangan. (4) Faktor faktor menjadi penghambat pengembangan pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh antara lain: faktor pengaruh olahraga lain, kurangnya minat masyarakat, faktor regenerasi, faktor kurangnya kesempatan, dan faktor kurangnya pembinaan, (5) Dalam pelestarian pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh ini dapat berkembang dengan baik dan tetap ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat, adapun hal yang harus diperhatikan adalah : Pembinaan, tempat berkompetisi, dukungan pemerintah, dukungan masyarakat, dukungan orang tua, dukungan generasi muda. %L repounp38920 %D 2017