%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Nuzula, Firdausi %A FIS UNP, %B Geografi FIS UNP %D 2012 %F repounp:38834 %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Pertumbuhan Penduduk Perkotaan di Propinsi Sumatera Barat %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38834/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besar laju pertumbuhan penduduk masing-masing kota di Provinsi Sumatera Barat dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2010. (2) Menentukan metode proyeksi jumlah penduduk total pada masing-masing kota di provinsi Sumatera Barat. (3) Mengetahui trand komposisi penduduk perkotaan di provinsi Sumatera Barat tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder untuk melihat kondisi kependudukan dan dinamikanya selama kurun waktu 1980 hingga 2010 di perkotaan provinsi Sumatera Barat. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat perkotaan di provinsi Sumatera Barat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan inventarisasi dari data hasil Sensus Penduduk (SP). Data- data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar. Data kemudian diolah menggunakan analisis dari model- model demografi. Hasil penelitian menemukan bahwa, (1) Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) perkotaan provinsi Sumatera Barat per sepuluh tahun dari tahun 1980 sampai tahun 2010 cenderung bervariasi, yaitu dengan LPP rendah, sedang sampai tinggi. Untuk periode 1980-1990 tiga kota berada pada angka laju pertumbuhan sedang dan dua kota lainnya tergolong tinggi. Sedangkan pada periode 1990-2000 terjadi penurunan dan pada periode 2000-2010 kembali meningkat (2) Metode proyeksi jumlah penduduk yang digunakan berdasarkan jumlah penduduk yang ada terdiri atas tiga metode yaitu metode linier digunakan untuk kota Padang, metode eksponensial untuk kota Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, dan Metode eksponensial modifikasi untuk kota Solok dan Padang Panjang. Hasil proyeksi menunjukkan terjadi pertambahan penduduk yang berbeda pada setiap kota sehingga menghasilkan proyeksi jumlah penduduk yang juga berbeda. (3) Tren penduduk tahun 2020 berdasarkan proyeksi menggunakan metode cohort adalah, (a) Tipe komposisi penduduk dapat digolongkan atas tiga tipe, yaitu tipe 3 (reit kelahiran dan kematian rendah) untuk kota Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, Solok dan Pariaman, tipe 4 (fertilitas meningkat dan mortalitas rendah) untuk kota payakumbuh dan tipe 5 (reit kelahiran menurun drastis dan reit kematian rendah) untuk kota Padang Panjang. (b) Umur median penduduk perkotaan menunjukkan empat kota tergolong pada umur intermediate dan tiga kota lainnya tergolong pada umur penduduk tua. (c) Rasio ketergantungan penduduk perkotaan berkisar antara 43-63%. Rasio ketergantungan tertinggi adalah kota Sawahlunto terendah pada kota Padang. (d) Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua kota dengan sex rasio >100 dan lima kota lainnya memiliki sex rasio <100.