<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Konsepsi Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar&#13;
pada Materi Struktur Atom di SMA Negeri 8 Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Isra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Miharti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Gaya belajar diyakini mampu memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep siswa, karena siswa belajar mengikuti gaya belajar yang disukainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) gaya belajar siswa, (2) kecenderungan konsepsi siswa pada materi struktur atom, dan (3) kecenderungan konsepsi siswa pada materi struktur atom ditinjau dari gaya belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Data konsepsi siswa pada materi struktur atom dikumpulkan dan dianalisis melalui tes pertanyaan terbuka, angket gaya belajar model Kolb, dan Lembar wawancara. Sampel yang digunakan sebanyak 66 orang siswa SMA Negeri 8 Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gaya belajar siswa dominan pada gaya belajar asimilasi, (2) Konsepsi siswa dalam membedakan pengertian orbit dan orbital pada atom Bohr dan teori atom mekanika kuantum cenderung berada pada kategori miskonsepsi. Untuk konsep bilangan kuantum dan konfigurasi elektron siswa cenderung pada kategori paham sebagian dengan miskonsepsi. Sementara untuk konsep mengenai kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum dan konsep penggunaan aturan untuk pengisian orbital siswa cenderung memiliki konsepsi pada kategori paham sebagian. Pada konsep hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik, konsepsi siswa berada pada kategori paham. (3) Konsepsi siswa mengenai struktur atom ditinjau dari gaya belajar, siswa dengan gaya belajar akomodasi cenderung lebih memahami konsep, sementara siswa dengan gaya belajar asimilasi, divergen, dan konvergen cenderung berada pada kategori paham sebagian dengan miskonsepsi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QD Chemistry</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-05-14</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pascasarjana FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>