%T Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Sekecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu %I Universitas Negeri Padang %A Roni Syaputra %X Masalah dalam penelitian ini adalah masih terdapat sebagian guru PJOK berada dilapangan tidak sampai jam pelajaran berakhir, murid dibiarkan berolahraga sendiri, ada murid yang pergi kekantin pas jam pelajaran PJOK, ada murid yang tidak olahraga ikut bermain dan guru mengajar praktek tidak mengenakan pakaian olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendiskripsikan tentang kompetensi guru yang berkaitan dengan: kompetensi pedagogik, kpribadian, sosial dan, profesional guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Sekecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah mixed metods (kuantitatif-kualitatif) dengan menggunakan desain sequential explanatory atau penelitian kombinasi model. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Sekecamatan Luas. Teknik pemgambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel 7 orang dan informan yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, guru PJOK, guru dan murid. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada tahap awal adalah (metode kuantitatif) dengan skala likert. Kemudian pada tahap kedua adalah (metode kualitatif) deangan komponen analisis data model alir. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar kompetensi guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Sekecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase (96,49%) hal ini menunjukan bahwa sebagian besar guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Sekecamatan Luas sudah mampu melaksankan 4 tugas utama guru dengan rincian di setiap aspeknya yaitu: 1) kompetensi pedagogik dengan presentase (82,29%) termasuk kategori sangat baik dalam memahami peserta didik lebih mendalam, merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran serta mengembangkan potensi peserta didik, 2) kompetensi kepribadian dengan presentase (87,86%) termasuk kategori sangat baik dalam bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, 3) kompetensi sosial dengan presentase (93,33%) termasuk kategori sangat baik dalam bersikap inklusif, bertindak obyektif, berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat, 4) kompetensi professional dengan presentase (77,52%) termasuk ketegori baik dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam. %L repounp38726 %D 2017