@mastersthesis{repounp38685, year = {2017}, title = {Pengaruh Metode Latihan Plyometric dan Latihan Beban dengan Kecepatan Reaksi terhadap Power Otot Tungkai Pemain Bolavoli Putra SMAIT IQRO Kota Bengkulu}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38685/}, abstract = {Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya power otot tungkai pemain bolavoli putra SMAIT Kota Bengkulu sehingga kesulitan pada saat melakukan smash.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan plyometric dan latihan beban terhadap kecepatan reaksi dengan peningkatan power otot tungkai. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi pemain bolavoli Putra SMAIT IQRO Kota Bengkulu, populasi dan sampel 36 orang. Kemudian sampel dibagi menjadi 2 kelompok bagian yaitu pemain yang memiliki kecepatan reaksi tinggi dan pemain yang memiliki kecepatan reaksi rendah. Dari 2 bagian kelompok sampel tersebut dimasukkan kedalam 4 sel kelompok penelitian yaitu kelompok metode latihan plyometric kecepatan reaksi tinggi, metode latihan plyometric kecepatan reaksi rendah, metode latihan beban kecepatan reaksi tinggi, dan metode latihan beban kecepatan reaksi rendah. Instrumen penelitian ini adalah tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai pemain bolavoli. Selanjutnya data dianalisis dengan rumus statistik ANOVA dua jalur. Hasil penelitian (1). Secara keseluruhan terdapat perbedaan pengaruh siqnifikan metode latihan plyometric dan latihan beban terhadap power otot tungkai pemain bola voli (Fh = 0,58 {\ensuremath{<}} Ft = 4,00). (2). Terdapat interaksi antara metode latihan dan kecepatan reaksi terhadap power otot tungkai pemain bolavoli Putra SMA IT IQRO Kota Bengkulu (Fh = 28,39 {\ensuremath{>}} Ft= 3,97). (3). Pemain bolavoli yang memiliki kecepatan reasksi tinggi memiliki power otot tungkai yang lebih baik jika dilatih dengan metode latihan Beban dari pada dilatih dengan metode latihan Plyometric (Fh = 5,35 {\ensuremath{>}} Ft = 4,01). 4. Pemain bolavoli yang memiliki kecepatan reaksi rendah memiliki power otot tungkai yang lebih baik jika dilatih dengan metode latihan plyometric dari pada dilatih dengan metode latihan beban (fh = 5,12 {\ensuremath{>}} ft = 4,01). Hasil analisis data disimpulkan bahwa pemain yang memiliki kecepatan reaksi tinggi lebih efisien dilatih dengan metode latihan beban, sedangkan pemain yang memiliki kecepatan reaksi rendah lebih efisien dilatih dengan metode latihan beban.}, author = {Supriyanto, Supriyanto} }