@inproceedings{repounp38501, month = {September}, booktitle = {Seminar Wilayah BKS-PTN Barat Bidang Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya}, year = {2013}, title = {Pengetahuan Interdisiplinaritas Tidak Baku pada Pelajaran Seni dan Budaya: Studi Kasus Pelajaran Seni Musik pada Pendidikan Dasar di Sumatera}, pages = {14 --28}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38501/}, abstract = {Usaha peningkatan kualitas pembelajaran Seni Budaya jenjang pendidikan dasar (SD-SMP), tetap akan stagnasi, sepanjang hanya terfokus pada pengembangan kompetensi guru bidang studi S1 Seni Budaya di SD/SMP atau men-sarjana-kan Guru Kelas di SD. Berdasarkan subjek yang diteliti, yaitu pada populasi guru yang mengajar pada pendidikan dasar di Sumatera, terindikasi ketidaksengajaan dalam proses transformasi pengetahuan musik yang mencampuradukan konsep, sebagaimana kerap ditemukan pada guru yang tetap melanjutkan warisan pengajaran musik SD-SMP tamatan SPG-PGSMTP. Dengan menggunakan metode deskriptif secara survei, ditemukan bahwa perbedaan kompetensi keilmuan dan tidak mengakarnya konsep musik muatan lokal pada Guru Bidang Studi/Guru Kelas, kerap memaksanya melakukan improvisasi dalam penyampaian materi ajar. Sehingga gejala interdisiplinaritas (interdiciplinarity) yang tidak baku (non-reciprocal) tidak bisa dihindari. Sepanjang notasi angka masih populer pada pelajaran musik di pendidikan dasar, gejala interdisiplinaritas akan terus terjadi. Praksisnya, siswa akan tetap tidak mengerti, karena terbiasakan untuk melakukan cross-thingking dalam memahami angka sebagai bilangan pada ilmu hitung (matematik) dan sebagai notasi musik. Interdisipliaritas Musik-Ilmu hitung ini telah merubah gaya belajar kongkrit ke abstrak layaknya orang dewasa. Hasilnya, penggunaan notasi angka berlebihan pada pelajaran musik di SD-SMP tidaklah membangun kompetensi siswa, malahan menyimpang dari yang digagas Guido Arrezzo di awal abad X Masehi. Kesempulanya, pemaknaan belajar musik di SD-SMP yang tidak fundamental, prestige meanded, tidak aktual, dan dianggap pelajaran pelengkap ini, secara kurikukulum perlu ditopang dengan campur tangan Jurusan Prodi S1 Seni Musik/Sendratasik, termasuk ilmu komunikasi-bahasa, sehingga pembelajarannya menjadi menarik dan tidak membingungkan.}, author = {Sudarman, Yos}, keywords = {Interdisiplinaritas, seni musik, pendidikan dasar, notasi angka, muatan lokal} }