%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Nuranisa, Nuranisa %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Geografi S2 UNP %D 2015 %F repounp:38163 %I Universitas Negeri Padang %K OBJEK WISATA, WISATA JAMBATAN AKA %T Strategi Pengembangan Objek Wisata Jambatan Aka di Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38163/ %X Penelitian ini dilatar belakangi dengan belum optimalnya pengelolaan pariwisata yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di Kecamatan Bayang Utara yaitu objek wisata alam Jambatan Aka sehingga tidak ramai dikunjungi . Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Camat Bayang Utara, Walinagari Puluik-puluik, masyarakat sekitar objek wisata Jambatan Aka, dan pengunjung Jambatan Aka. Wawancara mendalam dilakukan terhadap responden yang ditentukan dengan mengunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data utama adalah peneliti sendiri dengan menggunkan instrument wawancara, observasi dokumentasi, dan angket Analysis Hierarki Proses (AHP). Untuk menentukan strategi pengembangan objek wisata Jambatan Aka mengunakan analisis SWOT (Strengths/ Kekuatan, Weakness/ Kelemahan, Opportunities/ Peluang, dan Treats/ Ancaman). Sedangkan untuk menentukan prioritas kebijakan yang akan dilakukan untuk pengembangan objek wisata Jambatan Aka di gunakan analisis Analysis Hierarki Proses (AHP). Selanjutnya, teknik analisis data adalah reduksi, display, klasifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian merumuskan 12 Strategi Alternatif pengembangan objek wisata yang harus dilakukan pemerintah terhadap objek wisata alam Jambatan Aka dengan 6 strategi yang di prioritaskan yaitu 1) Melakukan pemberdayaan, penyuluhan agar menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya masyarakat Sadar Wisata, 2) Melakukan Koordinasi dengan pihak Swasta untuk menanamkan modal, 3) Mengembangkan Atraksi Pariwisata, 4) Memperbaiki dan mengadakan fasilitas sarana prasarana objek wisata, 5) Membangun dan mengadakan Aksesibilitas pariwisata, 6) Mengadakan Akomodasi pariwisata, 7) Mengadakan objek wisata pendamping, 8) Mempertahankan dan memelihara keindahan dan keasrian lingkungan sekitar objek wisata, 9) Melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas- fasilitas yang telah ada dilokasi objek wisata, 10) melakukan control yang tegas terhadap pelaksanaan unsur-unsur pelaku wisata yang tidak sesuai dengan sikap dan tindakan pelaku wisata yang dapat mengancam kerusakan objek wisata, 11) Melakukan promosi, 12) Peningkatan Kualitas Tenaga Profesional.