%X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang tradisi batabuik ini penulis mendeskripsikan menjelaskan prosesi tradisi batabuik di Kota Pariaman, bentuk visual tabuik di Kota Pariaman dan mengungkapkan nilai-nilai yang terdapat dalam prosesi dan budaya tradisi batabuik di Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi/pengamatan, studi kepustakaan, wawancara dan dokumentasi dan peneliti menggunakan alat bantu seperti handphone dan kamera digital. Untuk menjamin keabsahan data menggunakan teknik-teknik antara lain: kepercayaan (credibelity), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmabilty). Dan teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi upacara tradisi batabuik di Kota Pariaman dilaksanakan dari tanggal 1 sampai tanggal 10 muharam terdapat 2 tahap antara lain tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan yaitu membuat daraga sedangkan tahap pelaksanaan meliputi prosesi maambiak tanah, manabang batang pisang, maatam, maarak jari-jari, maarak saroban, tabuik naiak pangek sampai tabuik di buang ke laut. Bentuk tabuik secara fisik berbentuk seperti menara dengan tinggi sekitar 10 sampai 12 meter. Unsur-unsur yang paling menonjol dalam bentuk tabuik adalah 1)puncak tabuik, 2)burak, 3)bungo salapan, 4)biliak-biliak, 5)gomaik, 6)pasu-pasu, 7)tonggak atam, tonggak serak, tonggak miriang). Nilai-nilai yang terdapat dalam setiap prosesi batabuik adalah nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai budaya. Sedangkan nilai yang terkandung dari bentuk visual tabuik adalah nilai agama dan adat %D 2019 %K UPACARA TRADISI BATABUIK %L repounp37946 %A Nanda Nelri %T Upacara Tradisi Batabuik di Kota Pariaman. %I Universitas Negeri Padang