%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Hasanah, Hafni %A Pascasarjana UNP, %B S2 Pendidikan Matematika Pascasarjana UNP %D 2016 %F repounp:37892 %I Universitas Negeri Padang %K Pengembangan Soal-Soal Matematika %T Pengembangan Soal-Soal Matematika Tipe PISA Menggunakan Konteks Budaya Sumatera Utara untuk Siswa SMP %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37892/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik soal-soal matematika tipe PISA menggunakan konteks budaya Sumatera Utara untuk siswa SMP yang valid dan praktis serta menjelaskan efektivitas produk. Soal-soal yang dihasilkan digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan matematis siswa dalam mengerjakan soal matematika tipe PISA berdasarkan indikator kemampuan penalaran matematis, indikator komunikasi matematis, dan level soal pada PISA. Jenis penelitian ini adalah development research tipe development study. Model pengembangan yang digunakan adalah model Plomp yang terdiri dari preliminary reserach, prototyping phase, dan assessment phase. Data dikumpul melalui observasi, dokumentasi, angket, wawancara, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 13 soal yang valid dengan karakteristik, yaitu permasalahan disajikan sesuai konten, konteks, proses, dan level pada PISA 2015, permasalahan sesuai dengan karakteristik siswa, dan disajikan menggunakan konteks budaya Sumatera Utara. Soal telah sesuai indikator kemampuan penalaran dan komunikasi matematis dan adanya pemberian gambar/ilustrasi guna membantu siswa memahami dan mengenal permasalahan soal. Soal-soal memenuhi kriteria praktis dengan karakteristik yaitu, memudahkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, petunjuk penggunaan soal jelas, kesesuaian waktu, dan memunculkan daya tarik bagi siswa. Efektivitas produk diperoleh melalui respon guru dan siswa yaitu, guru dan siswa suka dan tertarik terhadap soal, soal dapat digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa, siswa termotivasi dalam mengerjakan soal, soal yang disajikan menambah wawasan guru dan siswa terhadap budaya lokal, dan guru tertarik untuk mengembangkan soal yang sejenis. Hasil penelitian ini juga diperoleh hasil tes rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa dari sekolah tinggi (26.00), sedang (25.85), dan rendah (14.04). Hasil tes rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa dari sekolah tinggi (26.15), sedang (22.80), dan rendah (24.35). Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi level soal maka pencapaian skor siswa semakin rendah.