@phdthesis{repounp37890, title = {Pengembangan Model Proyeksi Jumlah Calon Siswa dengan Display Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Perencanaan Kebutuhan Ruang Kelas dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama}, year = {2024}, school = {Universitas Negeri Padang}, month = {June}, keywords = {Model proyeksi siswa, Sistem Informasi Geografis (SIG), Perencanaan ruang kelas, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Kebutuhan sarana pendidikan.}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37890/}, author = {Ningrum, Tia Ayu}, abstract = {Permasalahan pendidikan saat ini salah satunya adalah belum meratanya pendidikan, masih banyak daerah di Indonesia yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang cukup, daya tampung yang cukup sesuai dengan angka partisipasi sekolah. Maka perlu dilakukan proyeksi jumlah siswa yang akan bersekolah dalam perencanaan pendidikan. Namun sejauh ini, proyeksi masih dilakukan secara manual dan perencaan pendidikan khususnya daya tampung sekolah belum berbasis data hasil proyeksi tersebut. Untuk itulah tujuan dari penelitian ini untuk pengembangan model proyeksi jumlah calon siswa dengan display sistem informasi geografis (SIG) untuk perencanaan kebutuhan ruang kelas dan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Penelitian di lakukan untuk SLTP di Kabupaten Pesisir Selatan. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan studi dokumentasi yaitu mengambil data penduduk, siswa sekolah dasar, ruang kelas serta sekolah SLTP. Kemudian mendesain dan mengembangkan model proyeksi siswa untuk perencanaan kebutuhan ruang kelas dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang valid, praktis dan efektif dengan memetakan menggunakan SIG. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat kekurangan daya tampung dibandingkan jumlah proyeksi siswa SLTP untuk tahun 2025-2029 yang akan bersekolah. Yang mana pada tahun 205 kekurangan 193 ruang kelas atau dapat dibangun sekolah baru dengan banyaknya kekurangan ruang kelas. Tahun 2026 perlu ditambah 9 ruang kelas, tahun 2027 ditambah 8 perlu ruang kelas dan tahun 2028 perlu ditambah 2 ruang kelas dan tahun 2029 diproyeksikan perlu ditambah 5 ruang kelas. Data ini menjadi rekomendasi bagi perencana untuk penambahan ruang kelas dan atau pembangunan sekolah. Selanjutnya, mendesain prototipe model proyeksi siswa dengan model Student FlowGIS untuk perencanaan pendidikan, buku model dan buku panduan model proyeksi siswa dengan model Student FlowGIS untuk perencanaan pendidikan berbasis sistim informasi geografis. Model dan buku panduan model telah dilakukan uji validitas produk meliputi aspek isi, bahasa dan desain. Selanjutnya juga model dan buku panduan model sudah praktis dan efektif karena telah dilakukan uji praktikalitas dan efektivitas pada Bappeda dan Dinas pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan bidang perencanaan. Dengan model ini menampilkan display data menggunakan peta 3D sehingga memudahkan perencana tingkat kabupaten/kota dan/atau level yang lebih tinggi untuk mendapatkan informasi tentang kondisi setiap daerah dengan detail topografi wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan rencana pengembangan sekolah untuk masa depan. Sehingga disarankan kepada tim perencana Bappeda kabupaten/kota untuk melakukan analisis kebutuhan daya tampung, ruang kelas dan sekolah berdasarkan jumlah anak usia sekolah untuk setiap daerah. Kemudian Disarankan kepada tim perencana Bappeda kabupaten/kota untuk melakukan perencanaan pendidikan berbasis data. Dan disarankan kepada tim perencana Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk melakukan analisis kebutuhan daya tampung, ruang kelas dan sekolah berdasarkan jumlah anak usia sekolah untuk setiap daerah. Hal ini untuk menampung semua anak usia sekolah dapat bersekolah. Dan juga disarankan kepada sekolah untuk dapat menginputkan data sekolah dengan lengkap mulai data siswa, ruang kelas, guru, anak tinggal sekolah, anak drop out, anak naik kelas dan data lainnya. Hal ini karena data ini sangat membantu untuk menyusun rencana pendidikan kedepan. Serta juga disarankan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengusulkan kepada pemerintah daerah yaitu Bupati Pesisir Selatan untuk mengusulkan anggaran APBN kepada pusat yaitu kementerian pendidikan untuk penambahan ruang kelas sesuai dengan analisis hasil proyeksi yang dilakukan. Begitu juga kepala dinas juga memita usulan untuk anggaran penambahan ruang kelas baru dari dana APBD Pesisir Selatan. Selanjutnya juga dapat memberdayakan atau mengumpulkan dana dari pihak/organisasi lain seperti alumni, organisasi CSR, masyarakat pemerhati pendidikan dan lain-lain untuk dapat mengdukung penambahan ruang kelas tersebut.} }