TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37775/ M1 - Skripsi TI - Deiksis Bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat ID - repounp37775 PB - Universitas Negeri Padang A1 - Niami, Dian Y1 - 2013/05// N2 - Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk dan makna deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu bahasa Mandailing yang digunakan oleh masyarakat Silaping. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk dan makna deiksis persona bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, (2) bentuk-bentuk dan makna deiksis tempat bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, dan (3) bentuk-bentuk dan makna deiksis waktu bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran informan pada masyarakat di Kenagarian Silaping. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat di Kenagarian Silaping. Informan dalam penelitian adalah masyarakat di Kenagarian Silaping. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode cakap dan metode simak. Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan, diidentifikasikan, diklasifikasikan, diinterprestasikan, dan disimpulkan. Berdasarkan hasil, ditemukan 54 bentuk deiksis. Pertama, deiksis persona ditemukan 20 bentuk deiksis. Bentuk yang termasuk deiksis persona kategori orang pertama yaitu, au ?saya?, ita ?kita?, dan ami ?kami?. Deiksis persona kategori orang kedua adalah ho ?kamu laki-laki dan perempuan?, dan amu ?kalian?. Deiksis persona kategori orang ketiga adalah ia ?dia?, dan alai ?mereka?. Deiksis persona yang termasuk kategori orang kedua dan kategori orang ketiga adalah nenek ?nenek?, ompung ?kakek?, mamak (paman) ?adik laki-laki dari ibu?, uci (bibi) ?istri dari adik laki-laki dari ibu?, bunde (bibi) ?adik perempuan dari ayah?, akang ?kakak laki-laki?, ocik ?kakak perempuan?, etek (bibi) ?adik perempuan dari ibu?, udak (paman) ?adik laki-laki dari ayah?, tuok (paman) ?kakak laki-laki dari ayah?, umak tuo (bibi) ?kakak perempuan dari ibu?, umak (ibu) ?orang tua perempuan?, ayah (ayah) ?orang tua laki-laki?. Kedua, deiksis tempat ditemukan 21 bentuk deiksis. Bentuk deiksis tempat merujuk kepada keterangan tempat atau ruang, yang meliputi bentuk: gincat ?atas?, toru ?bawah?, tuadu ?sana?, son ?sini?, jae ?hilir?, julu ?mudik?, muko ?depan?, balakang ?belakang?, ambirang ?kiri?, siamun ?kanan?, bagas ?dalam?, luar ?luar?, topi ?tepi?, tonga ?tengah?, donok ?dekat?, di si ?di situ?, di son ?di sini?, tu son ? ke sini?, tu si ?ke situ?, ibo ?itu?, dan oton ?kemari?. Ketiga, deiksis waktu ditemukan 13 bentuk deiksis. Bentuk deiksis waktu merujuk kepada keterangan waktu, yang meliputi bentuk: sannari ?sekarang?, non ?nanti?, nangkin ?tadi?, tongkin nai ?sebentar lagi?, baru dope ?baru saja?, cogot ? besok?, cogot nai ?besok lusa?, tuari ?kemarin?, tuari nai ?kemarin lusa?, baron ?dahulu?, poken cogot ?minggu besok?, bulan cogot ?bulan besok?, dan taon cogot ?tahun besok? AV - public ER -