%T Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari: Suatu Tinjauan Psikologi Sastra %I Universitas Negeri Padang %A Devi Marlina %X Konflik batin merupakan salah satu aspek kajian psikologi sastra yang berkenaan dengan pertentangan dua kepentingan atau lebih yang terjadi dalam satu waktu yang mempengaruhi kondisi mental seseorang. Kondisi psikologis semacam ini dapat dijumpai dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) bentuk dan penyebab konflik batin tokoh utama dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari ditinjau dari psikoanalisis meliputi aspek Id, Ego, dan Superego; (2) pengaruh aspek Id, Ego, dan Superego terhadap tokoh utama dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Tahapan penelitian dilakukan dengan: (1) membaca dan memahami novel secara keseluruhan; (2) menginventarisasikan data yang berhubungan dengan perwatakan dan bentuk konflik batin tokoh utama serta mencari penyebabnya dengan menggunakan format inventarisasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan: (1) mengklasifikasikan data berdasarkan bentuk konflik batin tokoh utama; (2) menganalisis data berdasarkan penyebab konflik batin tersebut; (3) menginterpretasikan data; (5) merumuskan kesimpulan dari hasil penelitian, dan (7) membuat laporan penelitian. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk konflik batin yang dialami tokoh Keenan berupa melawan keinginannya sendiri untuk membendung cita-citanya, bimbang dan kecewa terhadap sikap orang tuanya, menyesali keputusan yang diambil, menyalahkan diri sendiri karena terlalu mempercayai orang lain, rasa cemas dan takut tidak mampu melukis lagi, serta perasaan bersalah terhadap orang yang mencintainya. Konflik-konflik tersebut disebabkan oleh dorongan Id yang terlalu dominan dalam dirinya. Dalam hal mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pelukis, Keenan lebih didominasi oleh aspek Id dan Ego dalam dirinya, sedangkan dalam hal mewujudkan cintanya, Keenan lebih didominasi oleh aspek Id dan Superegonya. Bentuk konflik batin yang dialami tokoh Kugy berupa melawan keinginannya sendiri untuk sukses hanya sebagai penulis dongeng, melawan keinginannya untuk menjadikan Keenan kekasihnya dan meninggalkan pacarnya, bimbang antara dua cinta, lari dari masalah, rasa bersalah terhadap orang yang mencintainya, serta rasa kecewa dengan diri sendiri dan juga Keenan. Konflik batin yang dialami Kugy juga disebabkan oleh dorongan aspek Id yang terlalu mendominasi dirinya. Dalam hal mewujudkan cita-citanya mejadi seorang penulis dongeng, Kugy lebih didominasi oleh aspek Id dan Ego yang ada dalam dirinya, tetapi dalam mewujudkan cintanya pada Keenan, ia lebih didominasi oleh aspek Superegonya. Bentuk konflik batin yang dialami tokoh Keenan dan Kugy adalah mereka harus melawan dirinya sendiri untuk membendung keinginan Id yang terlalu kuat dan dominan dalam dirinya. Konflik batin yang dialami Keenan disebabkan oleh faktor: (a) pertentangan keinginan dengan keinginan, (b) rasa cinta yang mendalam pada satu orang, (c) keinginan mewujudkan cita-cita yang dominan, dan (d) ketergantungan pada orang lain, sedangkan konflik batin yang dialami tokoh Kugy disebabkan oleh faktor: (a) ketidak yakinan bisa sukses dengan menulis dongeng, (b) dihadapkan dua pilihan, (c) terlalu menutupi perasaan, dan (d) ketidakmampuan menyelesaikan persoalan. %L repounp37582 %D 2012