TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37470/ M1 - masters KW - PENDIDIKAN SEJARAH KW - SEJARAH INDONESIA TI - Kekerasan pada Masa PRRI: Studi tentang Corp Tjadangan Nasional (CTN) Di Pasaman (1958-1961). ID - repounp37470 PB - Universitas Negeri Padang A1 - Meldawati, Meldawati Y1 - 2013/// N2 - Penelitian ini membahas tentang kekerasan terhadap CTN oleh PRRI maupun kekerasan yang dialami simpatisan PRRI pada masa peristiwa PRRI. Kekerasan terhadap CTN terjadi karena CTN memihak pada pemerintah pusat sewaktu meletusnya pemberontakan PRRI. Sebaliknya CTN menjadi kuat ketika APRI berhasil menguasai Sumatera Barat, sehingga sebahagian CTN melakukan balas dendam kepada simpatisan PRRI di daerah Pasaman. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengetahui konflik antara CTN dengan simpatisan PRRI di Pasaman awal PRRI, (2) untuk mendeskripsikan bentuk kekerasan yang dialami CTN oleh PRRI, maupun yang dilakukan CTN terhadap simpatisan PRRI, serta untuk mengetahui dimana kekerasan dilakukan . Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Dimulai dari pengumpulan data (heuristik), yaitu mencari dokumen, surat kabar serta buku-buku yang berkaitan dengan kekerasan masa PRRI yang dialami oleh CTN maupun simpatisan PRRI, selain itu juga dilakukan wawancara dengan anggota CTN dan keluarganya yang masih hidup dan orang yang menyaksikan peristiwa kekerasan masa PRRI di Pasaman Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan kritik sumber, memilah-milah berdasarkan kategori atau fokus penelitian, selanjutnya mendeskripsikan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejak kedatangan CTN tahun 1956 di Bukit Nilam kehidupan CTN tidak mengalami permasalahan. Kemudian tahun 1958 terjadi PRRI, maka terjadi konflik antara CTN dan simpatisan PRRI di Bukit Nilam. Banyak CTN mengalami kekerasan fisik dan non fisik, kekerasan non fisik terjadi ketika CTN yang tinggal di Bukit Nilam diusir dan di ganyang oleh masyarakat. Selanjutnya terjadi kekerasan fisik ketika pasukan Kala Hitam menembaki CTN di Bukit Nilam. CTN terdesak dan lari ke Bukittinggi, karena Bukittinggi dikuasai tentara pusat. Pada saat menuju Bukittinggi tepatnya di Kumpulan CTN banyak mengalami kekerasan fisik. Kekerasan bukan hanya dialami CTN, sebaliknya masyarakat dan simpatisan PRRI di Pasaman tahun 1961 juga mengalami kekerasan fisik dan non fisik. Hal ini karena CTN merasa mendapat perlindungan dari APRI, sehingga CTN terindikasi OPR melakukan pelecehan, penganiayaan, dan bahkan pembunuhan terhadap simpatisan PRRI di Pasaman. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam periode tahun 1958-1961 terjadinya kekerasan fisik dan non fisik di Pasaman, baik kekerasan terhadap CTN yang dilakukan oleh PRRI dan simpatisannya, sebaliknya CTN juga melakukan balas dendam terhadap simpatisan PRRI dan masyarakat Pasaman. AV - public ER -