@mastersthesis{repounp37126, title = {Pergeseran Fungsi Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal.}, year = {2013}, school = {Universitas Negeri Padang}, keywords = {BAGAS GODANG}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37126/}, author = {Lubis, Jamaluddin}, abstract = {Penelitian ini berawal dari masalah bahwa Bagas Godang sebagai warisan budaya yang berasal dari daerah, dimana masyarakat sebelumnya menganggap Bagas Godang lambang suatu kampung yang sudah beradat, tetapi kondisi saat ini di sebagian besar masyarakat mandailing kurang mampu, memahami serta menghayati niai-nilai yang terkandung didalam Bagas Godang apalagi yang masyakat lain yang tidak berhubungan langsung dengan rumah adat tersebut. Di samping itu Bagas Godang pada umumnya di Mandailing Julu walaupun ada tidak lagi di lengkapi dengan Sopo Godang, hal ini berbeda dengan yang penulis temukan dalam pengamatan awal (grand tour) di Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah adat istiadat, budaya Mandailing sebagai bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan keberadaan Bagas Godang Huta Godang serta pergeseran fungsi Bagas Godang Huta Godang Ulu Pungkut. Sumber data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Heuristik. Pada tahap ini, kegiatan diarahkan pada penjajakan, pencarian, dan pengumpulan sumber-sumber mengenai Bagas Godang, baik yang terdapat dilokasi penelitian, temuan benda maupun sumber lisan atau wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pihak pemerintahan serta masyarakat Huta Godang maupun diluar Huta Godang yang mengetahui keberadaan Bagas Godang. Observasi dan dokumen, meliputi profil Bagas Godang, kondisi sarana prasarana. Berdasarkan data lapangan, Bagas Godang Huta Godang sudah mengalami perbaikan lebih kurang tiga kali sejak dibangun, hal ini disebabkan karena Bagas Godang tersebut pernah terbakar dan dibangun kembali oleh keturunannya beserta masyarakat desa setempat. Pergeseran fungsi Bagas Godang Huta Godang Mandailing Julu sejalan dengan sejarah perkembangan bangsa Indonesia dimana pergeseran fungsi yang sangat signifikan ditandai dengan sejak bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan, ditandai dengan perubahan sistim pemerintahan desa yang mana kepala pemerintahan tidak lagi mesti orang yang membuka huta tetapi berdasarkan pemilihan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat} }