@mastersthesis{repounp37119, year = {2016}, title = {Pengaruh Latihan Gaya Komando dengan Latihan Gaya Eksplorasi terhadap Kemampuan Smash berdasarkan Klasifikasi Usia pada Pemain PB IPPKM Kerinci}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37119/}, abstract = {Maslalah dalam penelitian ini adalah para pemain PB IPPKM Kerinci ketika melakukan smash sering kali gagal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh latihan gaya komando, latihan gaya eksplorasi dan klasifikasi usia terhadap kemampuan smash pemain di klub PB IPPKM Kerinci. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, populasi penelitian ini adalah pemain PB IPPKM Kerinci yang berjumlah 64 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang pemain. Data yang diperoleh nanti diolah dengan Analisis Varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Sebelum data diolah menggunakan teknik Analisis Varians, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan Anava, yaitu uji normalitas menggunakan Uji Liliefors dan Uji Homogenitas Varians menggunakan Uji Bartlet dengan taraf signifikan {\ensuremath{\alpha}}=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latihan gaya komando lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan smash dari pada latihan gaya eksplorasi, hasil rata-rata skor A1= 25,25 dan A2= 23,70, (2) kemampuan smash pemain bulutangkis yang kelompok usia 10-12 tahun lebih baik dari pada pemain usia 14-16 tahun, hasil rata-rata skor B1= 25,15 dan B2= 23,80, (3) Terdapat interaksi antara gaya latihan dengan klasifikasi usia terhadap kemampuan Smash, (4) Pada kelompok usia 10-12 tahun, latihan gaya komando lebih efektif dari pada latihan gaya eksplorasi, hasil rata-rata skor A1B1= 27,9 dan A2B1= 22,4, (5) Pada kelompok usia 14-16 tahun, latihan gaya eksplorasi lebih efektif dari pada latihan gaya komando, hasil rata-rata skor A2B2= 25,00 dan A1B2= 22,6.}, author = {Permana, Jatra} }