%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Yuli, Delfi Hendra %A FIS UNP, %B Pdd. Geografi FIS UNP %D 2013 %F repounp:37084 %I Universitas Negeri Padang %K Danau Kembar, objek wisata, Kabupaten Solok, kondisi wisata, pengembangan pariwisata %T Kondisi Objek Wisata Danau Kembar di Kabupaten Solok %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37084/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menginformasikan tentang : (1) Profil objek wisata Danau Kembar Di Kabupaten Solok (2) Hambatan Pengembangan Objek Wisata Danau Kembar Di Kabupaten Solok (3) Upaya Pengembangan Objek Wisata Danau Kembar Di Kabupaten Solok Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sementara itu informan kunci adalah dinas pariwisata Kabupaten Solok, pengelola objek wisata Danau Kembar, sedangkan informaninforman bertambah dapat dijadikan informan kedua, ketiga dan seterusnya seperti camat Danau Kembar, wisatawan yang berkunjung, masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata Danau Kembar dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa ; (1) Objek wisata danau kembar berasal dari nama Kecamatan Danau Kembar yang baru diresmikan pada tanggal 12 April 2001. Objek wisata Danau Kembar mulai dikembangkan pada tahun 1978 yang mempunyai tiga lokasi objek wisata yaitu : objek wisata Dermaga Danau Diatas, objek wisata Panorama Danau Dibawah dan objek wisata Resort Danau Diatas. (2) Hambatan pengembangan objek wisata Danau Kembar terlihat dari kondisi jalan yang tidak terawat, keamanan yang masih kurang terjaga, kurangnya ketertiban, belum adanya peningkatan kebersihan sehingga memberikan kenangan yang kurang baik serta belum tersedianya atraksi wisata. (3) Upaya pengembangan objek wisata Danau Kembar perlu adanya kerja sama dari semua pihak yang terkait seperti dinas pariwisata, camat, walinagari, pengelola dan masyarakat untuk mengembangkan objek wisata Danau kembar. Tindakan nyata yang dapat dilakukan dengan memperbaiki sarana dan prasana, mengilangkan pungutan liar, menertibkan bangunan liar yang didirikan disekitar objek wisata, membentuk kelompok sadar wisata, memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar dan memasukkan infestor untuk membantu dalam pengembangan objek wisata.