@mastersthesis{repounp36906, year = {2014}, title = {Nilai-Nilai Moral dalam Adat Perkawinan Melayu Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara.}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36906/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral dalam adat perkawinan Melayu Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara, meliputi prosesi perkawinan adat, dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penetapan imforman dilakukan secara purposive sampling dengan tidak menentukan jumlahnya, yang dituju adalah bagaimana mendapatkan informasi sampai titik jenuh, sehingga tidak terdapat perbedaan informasi lagi dari informan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menjamin keabsahan data penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Analisa data model metode Milles dan hubberman dengan menggunakan tiga langkah yang terdiri dari penyederhanaan, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil temuan penelitian bahwa adat perkawinan Melayu Bahorok melalui beberapa tahapan, yaitu dimulai dari: Merisik, meminang, ikat janji, Kemudian, malam berinai, akad nikah, mencicipi hidangan juadah, mengantar pengantin, dengan tahapan hempang batang, silat pengantar, hempang halaman, tari penyambutan, dan hempang kipas. Prosesi berikutnya naik pelaminan dengan acara tukar tepak dan balai, dilanjutkan dengan prosesi: tepung tawar, makan nasi hadap-hadapan, dan mandi berdimbar. Pada acara merisik dan meminang ditemukan nilai penghormatan dan hak-hak azasi anak perempuan (gender), pada acara ikat janji terkandung nilai kesetiaan, acara berinai nilai daya juang, acara akad nikah nilai religius, mengantar pengantin terdapat nilai penghormatan dan nilai kepemimpinan, acara tepung tawar terdapat nilai religius, harmonis, kejujuran, daya juang. Pada simbolik tepak terdapat nilai keharmonisan, demokrasi, dan kemandirian. Pada simbolik balai terdapat nilai penghormatan pada orang lain, keharmonisan, dan daya juang, acara makan nasi hadap hadapan terdapat nilai tanggung jawab dan keharmonisan, dan mandi berdimbar nilai religius dan kebersihan diri. Perkawinan merupakan kehidupan berumah tangga yang baru, nilai-nilai dalam adat perkawinan Melayu merupakan bekal bagi kedua pengantin dalam berumah tangga yang baru di bangun. Nilai-nilai religius untuk membutuhkan bantuan dari yang maha kuasa. Nilai sosial seperti penghormatan bertujuan agar tercipta suasana yang kondusif dalam bermasyarakat. Dalam berumah tangga diperlukan semangat juang, kejujuran, dan kemandirian agar tercipta rumah tangga yang diinginkan. Sebagai mahligai rumah tangga yang baru dibangun tentunya suami istri harus menghormati nilai-nilai religius, nilai sosial, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan alam sekitar agar terciptanya rumah tangga yang bahagia.}, author = {Hamidah, Hamidah}, keywords = {MORAL, ADAT PERKAWINAN} }