@phdthesis{repounp36783, title = {Alih Kode Tuturan Guru dalam Proses Belajar Mengajar di SMP Negeri 13 Padang}, year = {2012}, school = {Universitas Negeri Padang}, month = {February}, keywords = {Alih kode, tuturan guru, proses belajar mengajar, SMP Negeri 13 Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36783/}, author = {Rahmadani, Betra}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis alih kode yang terdapat pada tuturan guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 13 Padang, (2) fungsi alih kode pada tuturan guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 13 Padang, dan (3) penyebab alih kode pada tuturan guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 13 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripitif. Pengumpulan data dilakukan melalui perekaman, digunakan untuk mendapatkan data tuturan guru. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian yang mengandung gejala alih kode dalam setiap tuturan guru dalam proses belajar mengajar dan wawancara digunakan untuk menemukan fungsi dan penyebab terjadinya alih kode tuturan guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan analisis data, disimpulkan tiga hal sebagai berikut: pertama, jenis alih kode yang digunakan adalah alih kode intern dan alih kode ekstern, jenis alih kode yang sering muncul adalah alih kode intern, yaitu peralihan penggunaan bahasa dari bahasa Minangkabau ke bahasa Indonesia atau sebaliknya, yang ditemukan sebanyak 73 data. Kedua, fungsi alih kode yang digunakan adalah lima fungsi alih kode, yaitu (a) untuk mendapatkan keuntungan (MK), (b) untuk menjalin rasa keakraban (MRK), (c) untuk menjalin rasa kebersamaan (MRKB), (d) untuk mengimbangi kemampuan lawan bicara (MKLB), dan (e) untuk memudahkan suatu urusan atau persoalan (MSU), fungsi alih kode yang sering muncul adalah fungsi alih kode untuk menjalin rasa keakraban (MRK) yang ditemukan sebanyak 30 data, sedangkan fungsi alih kode yang paling sedikit muncul adalah untuk mengimbangi kemampuan lawan bicara (MKLB) ditemukan sebanyak 3 data. Ketiga, faktor penyebab alih kode yaitu (a) pembicara atau penutur (PB), (b) pendengar atau lawan tutur (PD), (c) perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga (PS), (d) perubahan dari formal ke informal atau sebaliknya (PF), dan (e) perubahan topik pembicaraan (PT). Penyebab alih kode yang sering muncul adalah penyebab alih kode karena pendengar atau lawan tutur (PD) yang ditemukan sebanyak 34 data, sedangkan penyebab alih kode yang paling sedikit disebabkan oleh perubahan topik pembicaraan (PT) yang ditemukan sebanyak 2 data.} }