@mastersthesis{repounp36705, title = {Kehidupan Sosial Ekonomi Pengrajin Batu Bata di Silandit Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan (1998-2011).}, year = {2012}, school = {Universitas Negeri Padang}, keywords = {SOSIAL EKONOMI, PENGRAJIN BATU BATA}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36705/}, author = {Aryadi, Ervin}, abstract = {Penelitian ini berawal dari fenomena perkembangan kehidupan sosial ekonomi pengrajin batu bata yang dimulai dari produksi yang minimal, tenaga kerja yang manual, pendidikan/sumber daya manusia yang rendah, pemasaran yang tidak sehat dan pendapatan yang rendah sehingga dijadikan masalah bagaimana perkembangan usaha industri kerajinan batu bata di Silandit pada masa Otonomi Daerah dan apakah dampak usaha industri kerajinan batu bata terhadap pengrajin dan masyarakat sekitar Silandit masa Otonomi Daerah. Penelitian ini bertujuan unutuk menjelaskan kehidupan sosial ekonomi pengrajin batu bata serta masyarakat sekitar kelurahan Silandit tahun 1998-2011. Informan penilitian adalah pemilik, pekerja serta masyarakat sekitar Silandit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dengan pendekatan penelitian sejarah. Adapun hasil penelitian menggambarkan usaha kerajinan batu bata di Silandit terjadi perkembangan social ekonomi yang lambat, terjadi stratifikasi social pengrajin yang baik, memberikan mobilitas social bagi pengrajin, terjadi perubahan nilai-nilai sosial serta mengakibatkan munculnya gender dalam usaha kerajinan batu bata yang ada di Silandit masa Otonomi Daerah Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan usaha industri kerajinan batu bata di Silandit sangat lambat. Perkembangan tersebut dapat terlihat dari tujuh indikator dengan grafik yang menunjukkan kenaikan yang lambat. Sedangkan dampak kehadiran usaha industri batu bata di Silandit adalah terjadinya perubahan pada bidang sosial dan ekonomi seperti mengurangi pengangguran, pembangunan sarana prasarana dan meningkatkan pendapatan yang berdampak pada pemenuhan pendidikan, sandang, pangan, dan papan masyarakat.} }