%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Deni, Fitri Irma %A Pascasarjana UNP, %B S2 Pendidikan Biologi Pascasarjana FMIPA UNP %D 2013 %F repounp:36697 %I Universitas Negeri Padang %K Analisis Hasil Ujian Nasional %T Analisis Hasil Ujian Nasional Biologi pada SMA Berakreditasi A di Kabupaten Solok %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36697/ %X SMAN 1 Gunung Talang, X Koto Singkarak, dan Junjung Sirih adalah SMA berakreditasi A di kabupaten Solok yang mengalami penurunan hasil UN Biologi pada tahun 2011 dan 2012. Sekolah dengan akreditasi A seharusnya memiliki hasil belajar yang lebih baik, karena memiliki sarana dan prasarana yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi apa yang sukar, sedang, dan mudah dikuasai siswa pada UN biologi di SMA berakreditasi A Kabupaten Solok sehingga dapat memetakan materi-materi sesuai SK, KD, dan indikator. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Informan penelitian ini adalah lembar jawaban UN Biologi siswa yang mengikuti UN tahun 2011 dan 2012, guru, dan kepala sekolah. Teknik dan alat pengumpulan data dengan worksheet tabulasi data, dokumentasi dan wawancara. Data hasil UN biologi yang diperoleh dilakukan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif sehingga diperoleh pemetaan materi-materi dalam UN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang sukar tahun 2011 adalah mendeskripsikan daur invertebrata dan tahun 2012 adalah menjelaskan peran bioteknologi. Kompetensi yang bermasalah pada UN biologi tahun 2011 dan 2012 pada umumnya adalah materi kelas XII. Kompetensi yang diujikan dan setiap tahun kurang dikuasai oleh siswa adalah menjelaskan sistem pencernaan pada manusia dan gangguannya, menjelaskan tahap-tahap pembelahan mitosis dan meiosis, menginterpretasi persilangan pada penyimpangan semu hukum Mendel, menjelaskan tahapan proses fotosintesis pada tumbuhan, dan menjelaskan peran bioteknologi. Setelah dilakukan pemetaan materi, tahun 2011 terdapat 9 standar kompetensi yang kurang dikuasai oleh siswa yang tersebar pada 13 kompetensi dasar dengan 18 indikator. Pada tahun 2012 terdapat 7 standar kompetensi yang kurang dikuasai oleh siswa yang tersebar pada 9 kompetensi dasar dengan 11 indikator.