%A Mulawarman Mulawarman %X Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan dayatahan aerobik siswa SMPN 1 kota Padangpanjang. Masalah ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan salah satu diantaranya disebabkan oleh kurang tepatnya metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan interval ekstensif dan metode latihan sirkuit terhadap kemampuan dayatahan aerobik siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 34 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel secara Proportional Random Sampling. Pengelompokan sampel dilakukan dengan cara matching. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes menggunakan instrumen tes cooper (lari 2400 meter). Data yang didapatkan dianalisis dengan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode latihan interval ekstensif dapat meningkatkan kemampuan dayatahan aerobik siswa dengan thit = 19.063 > ttab 2.120pada taraf signifikansi α = 0,05. Metode latihan sirkuit dapat meningkatkan kemampuan dayatahan aerobik siswa dengan thit = 15.459 > ttab 2.120pada taraf signifikansi α = 0,05.Metode latihan interval ekstensif lebih efektif daripada metode latihan sirkuit terhadap kemampuan dayatahan aerobik sisiwa dengan thit = 2.907 > ttab 2.120pada taraf signifikansi α = 0,05 Berdasarkan temuan di atas, dapat dsimpulkan bahwa kedua metode latihan ini sama-sama dapat meningkatkan kemampuan dayatahan aerobik siswa, dimana metode latihan interval ekstensif memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan metode latihan sirkuit. Selanjutnya, disarankan kepada guru olahraga agar dapat memberikan latihan menggunakan metode latihan interval ekstensif untuk dapat meningkatkan kemampuan dayatahan aerobik siswa. %D 2015 %T Pengaruh Metode Latihan Interval Ekstensif dan Metode Latihan Sirkuit terhadap Kemampuan Daya Tahan Aerobik Siswa SMPN 1 Kota Padang Panjang %L repounp36656 %I Universitas Negeri Padang