%X Penelitian ini dilatar belakangi dengan penggunaan cairan yang berbeda pada pembuatan bakpao yang berbahan dasar tepung terigu yang diberi ragi sehingga mengembang, kemudian diberi aneka isian dan dikukus. Penggunaan air pada adonan sebelum fermentasi dapat mempengaruhi proses fermentasi. Salah satu air yang dapat mempengaruhi proses fermentasi adalah penggunaan air kelapa. Melihat zat-zat yang terdapat di dalam kandungan air kelapa muda, maka air kelapa muda sangat cocok digunakan untuk pertumbuhan ragi pada bakpao. Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kali pengulangan. Penelitian dilakukan di Workshop Tata Boga. Data yang digunakan adalah data primer yang didapat langsung dari 5 panelis ahli yang memberikan jawaban dari angket (format uji organoleptik) terhadap kualitas bakpao dengan penggunaan cairan yang berbeda. Data yang diperoleh ditabulasikan kedalam bentuk tabel dan dianalisis guna melihat perbedaan dari kedua perlakuan dengan uji T (t test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tidak terdapat perbedaan perlakuan X₁ dan X₂ yang signifikan terhadap kualitas bakpao yang menyatakan Ho diterima, yakni kualitas volume yaitu 3,80 dan 3,87; bentuk rapi yaitu 3,87 dan 3,80; bentuk bulat simetris yaitu 3,80 dan 3,80; warna kulit yaitu 3,13 dan 3,00; warna bagian dalam bakpao yaitu 3,33 dan 3,13; aroma ragi yaitu 3,73 dan 3,33; tekstur kulit yaitu 3,27 dan 2,93; tekstur pori yaitu 3,73 dan 3,53; rasa kulit yaitu 2,93 dan 2,53; rasa isian yaitu 3,93 dan 3,93. Berdasarkan hasil uji t tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan air biasa dan air kelapa muda pada kualitas bakpao. %D 2021 %K ANALISIS PENGGUNAAN CAIRAN %L repounp36496 %A Adib Rifqi Rizqullah %T Analisis Penggunaan Cairan yang Berbeda terhadap Kualitas Bakpao %I Universitas Negeri Padang