TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36485/ M1 - Skripsi KW - Kehidupan sosial ekonomi KW - buruh tambang batubara KW - Desa Leban KW - Rantau Pandan KW - Kabupaten Bungo KW - 1999?2010 TI - Kehidupan Sosial Ekonomi Buruh Tambang Batubara di Desa Leban Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo (1999?2010) ID - repounp36485 PB - Universitas Negeri Padang A1 - Darliaty, Vivi Y1 - 2011/08// N2 - Dengan adanya tambang batubara di daerah agraris yang masyarakatnya bercocok tanam berupa berkebun karet secara tidak langsung banyak membawa penggaruh yaitu terjadinya penambahan lapangan kerja sebagai mata pencahariannya yaitu menjadi buruh tambang. Apabila sumber mata pencaharian bertambah maka pendapatan masyarakat Leban meningkat, dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Leban itu sendiri. Hal inilah yang menarik diteliti dengan mengkaji tentang bagaimana pertambangan batubara ini mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat Leban pada tahun 1999- 2010. Penelitian ini termasuk penelitian sejarah dengan metode penelitian sebagai beruikut: (1) heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan informasi dari sumber primer dan sekunder, (2) kritik sumber yaitu melakukan pengujian data yang ditemukan dengan melakukan kritik eksteren dan interen, (3) Interpretasi yaitu dengan cara menghimpun data yang terkumpul kemudian memilah-milah dengan menyeleksi data yang didapat, (4) penyajian temuan secara keseluruhan dalam bentuk penulisan ilmiah (skripsi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebelum bekerja sebagai buruh tambang, masyarakat yang menjadi buruh pertanian ataupun buruh pekerbunan ini pendapatannya hanya Rp. 700.000 perbulan, pendapatan ini tetap tiap bulannya. Tetapi setelah bekerja menjadi buruh tambang, pendapatan masyarakat bertambah. Awal bekerja menjadi buruh tambang selama 3 bulan trening, gaji buruh perbulannya sebesar Rp. 450.000 dan setelah 1 tahun lamanya kerja di perusahaan tambang ini buruh mendapat gaji perbulannya berkisar antara Rp. 750.000 sampai dengan Rp. 1.200.000. Selain gaji pokok yang di berikan oleh perusahaan, perusahaan juga memberikan gaji berdasarkan lamanya jam kerja buruh diantaranya uang kerja harian sebesar Rp. 25.000 perhari, uang hadir sebesar Rp. 5.000 perhari dan uang lembur sebesar 5.000 perjam. Pendapatan membawa perubahan kehidupan sosial ekonomi buruh. Buruh mulai memperbaiki atau membangun rumah baru yang permanen, lebih dari 110 rumah buruh desa Leban sudah berubah dari rumah panggung menjadi rumah permanen yang memilki MCK yang memenuhi standar kesehatan dan hampir setiap rumah memilki ganset untuk membangkitkan tenaga listrik. Selain itu buruh pertambangan batubara sudah mampu memiliki kendaraan roda dua (sepeda motor), sudah mengenal alat komunikasi seperti hp, dan pendidikan anak-anak buruh pertambangan batubara secara garis besar sudah berpendidikan tingkat SMA. AV - public ER -