%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Putri, Vivi Afriani %A FBS UNP, %B Pdd. Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNP %D 2011 %F repounp:36482 %I Universitas Negeri Padang %K Parno, upacara mendirikan rumah, Kelurahan Pondok Tinggi, Sungai Penuh, Kerinci, Jambi, tradisi lokal %T Parno dalam Upacara Mendirikan Rumah di Kelurahan Pondok Tinggi Kecamatan Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36482/ %X Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, tatacara pelaksanaan, serta fungsi dan tujuan dari pelaksanaan Parno dalam Upacara Mendirikan Rumah di Kelurahan Pondok Tinggi Kecamatan Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan perekaman hasil wawancara terstruktur dengan informan yang terlibat langsung dalam acara Parno. Hasil rekaman ditranskripsikan ke dalam bahasa tulis, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penganalisisan data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan hal-hal berikut. Pertama, Parno dalam upacara mendirikan rumah memiliki struktur yang terdiri atas bagian pembukaan, isi, dan bagian penutup. Bagian pembukaan berisi ucapan salam dan kata-kata sembah yaitu berupa kata-kata sanjungan dan pujian yang mengandung kiasan, petatah-petitih dan disampaikan secara terstruktur. Bagian isi berupa penyampaian maksud diadakannya acara. Bagian penutup berupa pengakhiran kata yang berisi permohonan maaf yang didahului pantun terlebih dahulu. Parno ini terdiri atas beberapa tahap yaitu parno minta arah, parno membangun dan menegakkan rumah baru, dan parno menaiki rumah baru. Kedua, tatacara pelaksanaannya, yaitu parno ini dilakukan oleh dua orang juru bicara yang berasal dari pihak tuan rumah dan pihak tamu yang nantinya akan saling berjawabjawaban. Para pemangku adat yang diutus sebagai juru bicara duduk saling berhadap-hadapan, dan keseluruhan yang hadir duduk melingkari hidangan yang telah disediakan di atas kain putih panjang. Ketiga, fungsi parno terdiri atas fungsi pendidikkan, fungsi sosial yang terdiri dari tenggang rasa, tanggung jawab, ramah tamah atau sopan santun, fungsi bahasa, fungsi moral, fungsi agama. Parno ini bertujuan untuk memberikan pengarahan atau nasehat, menunjukkan perasaan yang baik, memberikan semangat kepada orang-orang yang bekerja, menunjukkan unsur pemerintahan desa dan menunjukkan adat istiadat.