%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Sari, Vera Putri %A FBS UNP, %B Sastra Indonesia FBS UNP %D 2011 %F repounp:36434 %I Universitas Negeri Padang %K Gaya bahasa, kekhasan, novel Si Anak Kampoeng, Damien Dematra, analisis sastra %T Kekhasan Gaya Bahasa dalam Novel Si Anak Kampoeng Karya Damien Dematra %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36434/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan dalam novel Si Anak Kampoeng karya Damien Dematra, (b) mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan langsung atau tidaknya makna Damien Dematra dalam novel Si Anak Kampoeng, (c) mendeskripsikan gaya bahasa yang dominan digunakan Damien Dematra dalam novel Si Anak Kampoeng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah gaya bahasa dan sumber data penelitian ini adalah novel Si Anak Kampoeng karya Damien Dematra. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dibantu oleh format inventarisasi data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca novel, menginventarisasikan data dan mengidentifikasikan data. Teknik pengabsahan data dilakukan dengan teknik uraian rinci, dan teknik penganalisisan data dilakukan dengan mendeskripsikan data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan serta menulis laporan. Hasil temuan penelitian ini sesuai dengan urutan pembatasan masalah, yaitu: gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan gaya bahasa berdasarkan langsung atau tidaknya makna. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat terdapat 4 jenis gaya bahasa, yaitu (1) klimaks, (2) antiklimaks, (3) antitesis, (4) repetisi. Sementara gaya bahasa berdasarkan langsung atau tidaknya makna terdapat 17 jenis gaya bahasa, dengan gaya bahasa retoris sebanyak 8 jenis gaya bahasa dan gaya bahasa kiasan sebanyak 9 jenis gaya bahasa. Gaya bahasa retoris yang terdapat dalam novel Si Anak Kampoeng, yaitu (1) hiperbol, (2) eufemisme, (3) pleonasme, (4) litotes, (5) pertanyaan retoris, (6) asidenton, (7) paradoks, (8) prolepsis atau antisipasi. Sementara gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam novel Si Anak Kampoeng, yaitu: (1) simile, (2) metafora, (3) personifikasi, (4) alusi, (5) eponim, (6) epitet, (7) sinekdoke, (8) ironi, dan (9) antonomasia. Gaya bahasa yang dominan digunakan Damien Dematra, yaitu gaya bahasa pleonasme sebanyak 45 macam, dengan persentase 22,17%. Setelah pleonasme, secara berurut tingkat dominan kemunculan gaya bahasa yang digunakan Damien adalah gaya bahasa personifikasi dan simile dengan jumlah 19 macam dengan persentase 9,35% dan disusul dengan gaya bahasa antitesis dan ironi sebanyak 17 macam dengan persentase 8,37%. Gaya bahasa hiperbol sebanyak 16 macam dengan persentase 7,88 dan gaya bahasa epitet, sebanyak 15 macam dengan persentase 7,39%. Gaya bahasa sinekdoke sebanyak 12 macam dengan persentase 5,91%. Gaya bahasa repetisi, sebanyak 6 macam, dengan persentase 2,95%. Gaya bahasa metafora dan gaya bahasa antonomasia, sebanyak 4 macam dengan persentase 1, 97%. Gaya bahasa klimaks, alusi, paradoks, sebanyak 3 macam dengan persentase 1,48%. Gaya bahasa antiklimaks, litotes dan eponim, sebanyak 2 macam, dengan persentase 0,98%. Tingkah paling rendah atau gaya bahasa yang sedikit digunakan Damien, yaitu gaya bahasa pertanyaan retoris, asidenton dan prolepsis atau antisipasi, dengan jumlah 1 macam gaya bahasa dan persentase 0,49%.