@mastersthesis{repounp36391, title = {Eksistensi Mamak dalam Perkawinan Minangkabau di Kanagarian Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman}, year = {2017}, school = {Universitas Negeri padang}, keywords = {PERKAWINAN MINANGKABAU}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36391/}, author = {Fitria, Desi}, abstract = {Mamak berperan dalam membimbing kemenakan, memelihara dan mengembangkan harta pusaka serta mewakili keluarga dalam urusan keluar. Tugas mamak, sesuai dengan alokasi kekuasaan yang berlaku, terhadap kemenakan perempuannya terutama adalah mencarikan jodoh yang baik baginya. Seorang mamak akan merasa sangat malu apa bila ada di antara kemenakan perempuannya yang sudah cukup umur belum juga menikah. Dewasa ini peran Mamak di Kabupaten Padang Pariaman yang sedemikian dirasa mulai luntur khususnya dalam hal pencarian jodoh untuk kemenakan perempuan. Hal ini membuat penulis ingin menyingkap/mengetahui eksistensi mamak dalam tradisi perkawinan Minangkabau di Kanagarian Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Rumusan masalah pada penelitianini:(1). Bagaimana eksistensi mamak dalam perkawinan kemenakan di nagari Pakandangan kecamatan Enam Lingkung kabupaten Padang Pariaman.(2). Bagaimana Persepsi masyarakat tentang posisi mamak saat ini dalam keluarga. (3). Apa faktor-faktor yang menyebabkan peran mamak itu berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut atas serta mendeskripsikan eksistensi Mamak dalam perkawinan di Kanagarian Pakandangan. Penelitian ini penelitian kualitatif, penelitian yang menghasilkan data yang berupa gambaran kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang diamati. Metode yang digunakan analisis kualitatif deskriptif melalui hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa mengenai eksistensi Mamak dalam perkawinan dapat disimpulkan adalah yang pertama dilakukan oleh Mamak yaitu: (1) menjajaki calon pengantin atau pencarian jodoh, (2) pelaksanan pertunangan dan (3) pelaksanaan perkawinan. Dalam hal ini, peran Mamak di Kanagarian Pakandangan dilihat dari masing-masing aspek di atas sudah dijalankan, meski ada mamak yang tidak eksist dalam tradisi perkawinan kemenakan. Persepsi masyarakat terhadap mamak dalam perkawinan dan dalam keluarga di pengaruhi oleh 1.Pengaruh pergeseran pola pikir. 2. Pengaruh perubahan social masyarakat. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran peran mamak yaitu: (1). Lemahnya lembaga fungsi adat. (2). Faktor pendidikan. (3). Faktor ekonomi.} }