%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Elsa, Elsa %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Geografi S2 UNP %D 2014 %F repounp:36359 %I Universitas Negeri Padang %K PENGEMBANGAN DESA TERTINGGAL %T Strategi Pengembangan Desa Tertinggal di Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36359/ %X Masalah dalam penelitian ini berawal dari nagari Batu Banyak yang merupakan desa tertinggal. Hal ini dapat dilihat dari lemahnya potensi desa seperti rendahnya sumberdaya alam, lemahnya ekonomi, rendahnya sumberdaya manusia, dan minimnya sarana dan prasarana sehingga diperlukan strategi yang tepat dalam pengembangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa dan menentukan strategi pengembangan desa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan dengan masyarakat, cadiak pandai, dan Wali Nagari. Untuk memperkuat data, peneliti juga melakukan observasi dan wawancara. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Dan untuk menentukan strategi pengembangan desa menggunakan analisis SWOT (Strengths/kekuatan, Weakness/kelemahan, Opportunities/peluang, dan Threats/ancaman). Selanjutnya, teknik analisa data adalah reduksi, display, klasifikasi, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nagari Batu Banyak merupakan daerah pertanian dengan tipe persawahan. Namun, potensi fisik dan non fisik desa kurang berkembang dengan baik. Permasalahan dari potensi fisik adalah lahan terbatas, irigasi rusak, dan akses jalan produksi rendah. Sedangkan dari potensi non fisik sumberdaya manusia, lembaga sosial, lembaga ekonomi masyarakat juga rendah. Selanjutnya, masyarakat masih menerapkan budaya konsumtif. Oleh sebab itu, strategi pengembangan desa adalah dengan meningkatkan dan mengoptimalkan sumberdaya alam melalui pemakaian bibit unggul, memperbaiki irigasi, dan memperbaiki cara mengolah pertanian, meningkatkan sumberdaya manusia dengan pelatihan dan penyuluhan, sosialisasi tindakan ekonomi bermoral, meningkatkan ekonomi melalui mata pencarian alternatif, mendirikan lumbung padi nagari, dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui lembaga sosial.