%X Permasalahan yang ditemukan pada SMPN 25 di Padang adalah belum adanya penuntun praktikum khusus dalam melakukan kegiatan praktikum. Penuntun praktikum masih berupa lembar kerja siswa (LKS), buku paket, dan lembar praktikum yang diambil dari internet. Penuntun praktikum tersebut tidak menjadikan praktikum terorganisasi dengan baik, sehingga tidak mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. Penuntun praktikum yang ada belum mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar melaksanakan eksperimen, sehingga praktikum tidak mampu menunjang pemahaman materi pelajaran. Penelitian yang telah dilakukan telah membuktikan valid, efektif dan mengungkapkan kepraktisan penuntun praktikum. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap investigasi awal, tahap pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap penilaian. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket praktikalitas untuk guru dan siswa, angket motivasi siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa. Ujicoba kelompok besar dilakukan pada 32 siswa kelas VII.3 SMPN 25 Padang. Data dianalisis secara deskriptif dengan mempersentasekan hasil yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa Penuntun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMP Kelas VII Semester Genap sangat valid, sangat efektif dan sangat praktis. aktivitas siswa dan motivasi juga meningkat. Hasil ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan juga baik. Kesimpulannya adalah bahwa Penuntun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMP Kelas VII Semester Genap sudah sangat valid, sangat praktis, dan sangat efektif. %D 2016 %K Penuntun Praktikum IPA %L repounp36254 %A Fetro Dola Syamsu %T Pengembangan Penuntun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMP Kelas VII Semester Genap %I Universitas Negeri Padang