%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Cahyadi, Deddi %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Seni dan Budaya S2 UNP %D 2016 %F repounp:36020 %I Universitas Negeri Padang %K SERULING BAMBU, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT %T Kesenian Seruling Bambu dalam Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Koto Majidin Kabupaten Kerinci: Suatu Studi Tentang Eksistensi. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36020/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang permasalahan keberadaan kesenian Seruling Bambu sebagai seni tradisional masyarakat Koto Majidin, dalam perubahan sosial budaya masyarakat Koto Majidin. Sebagai seni tradisi saat ini kesenian Seruling Bambu telah tertinggal dari aktivitasnya dari kesenian Orgen Tunggal, hal ini disebabkan oleh perubahan sosial masyarakat Koto Majidin. Sebab itu, penelitian ini mengungkapkan sejauh mana keberadaanya sekarang dalam perubahan sosial budaya masyarakat Koto Majidin. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dengan bantuan peralatan seperti video, foto dan peralatan audio. Wawancara dilakukan dengan informan dari unsur pelaku, pengelola kesenian Seruling Bambu, masyarakat, dan pemangku adat atau orang yang berpengaruh dalam masyarakat Koto Majidin. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yaitu mengoleksi data, mereduksi data, menyajikan data, dan memverifikasi data. Temuan penelitian, membuktikan bahwa keberadaan kesenian Seruling Bambu saat ini menjadi tergeser oleh keberadaan orgen tunggal, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan sosial budaya dalam masyarakat Koto Majidin. Masyarakat Koto Majidin secara umum masih menerima dan mengakui keberadaan Seruling Bambu, akan tetapi diterima hanya sebagai warisan budaya saja, namun mereka jarang menggunakan, kecuali komunitas terbatas, yakni orang-orang yang fanatik dengan adat dan budaya tradisi serta pewarisnya dan sebagian kerabat mereka. Pertumbuhan dan aktivitas kesenian Seruling Bambu telah mengalami penurunan dalam skala pertunjukan, tetapi dalam aktivitas latihan masih tetap intensif satu kali dalam seminggu. Pertunjukan hanya dilakukan dalam komunitas terbatas. Perubahan social budaya berdampak pada penurunan aktivitas dan pertumbuhan kesenian Seruling Bambu di Koto Majidin, sehingga Seruling Bambu menjadi pilihan musik alternatif. Tetapi karena tekanan tersebut memunculkan spirit atau semangat bagi pewaris dan pelaku kesenian Seruling Bambu untuk terus bertahan, dengan tetap melakukan aktivitas latihan rutin.