TY - THES UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35976/ M1 - masters KW - KOMUNITAS TUKANG OJEK KW - KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI TUKANG OJEK TI - Komunitas Tukang Ojek di Siteba Padang: Studi Kehidupan Sosial Ekonomi Tukang Ojek ID - repounp35976 PB - Universitas Negeri padang A1 - Suryaningsih, Ade Y1 - 2012/// N2 - Keberadaan tukang ojek becak motor di kelurahan Surau Gadang, Siteba Padang memberikan andil terhadap kebutuhan akan transportasi oleh masyarakat disekitarnya. Interaksi mereka lakukan selama melakukan pekerjaan dengan latar belakang pendidikan mereka yang berbeda. Pendapatan yang mereka terima setiap harinya bervariasi. Oleh karena itu, menarik ditelusuri lebih lanjut bagaimana kehidupan sosial komunitas tukang ojek becak motor di kelurahan Surau Gadang Siteba Padang. Bagaimana kehidupan ekonomi komunitas tukang ojek becak motor di kelurahan Surau Gadang Siteba Padang dan bagaimana pendidikan keluarga komunitas tukang ojek becak motor di kelurahan Surau Gadang Siteba Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah tukang ojek yang ada di Siteba Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang dengan menggunakan snowball sampling. Data di kumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan tekhnik triangulasi, dan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang dimulai dari pengumpula data, reduksi data, hingga penyajian data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, rendahnya tingkat pendidikan tukang ojek tidak berpengaruh terhadap hubungan antara sesama tukang ojek dan juragannya. Pendapatan Tukang Ojek Becak Motor di Siteba Padang rata-rata berkisar dari Rp. 30.000 - RP.60.000 perhari (bekerja dari jam 08:00 wib sampai jam 17:30 wib). Pola hidup yang diterapkan komunitas tukang ojek menyebabkan terjadinya kemiskinan kultural. Dimana komunitas tukang ojek menerapkan pola hidup santai karena sudah merasa nyaman dengan sistem kerja yang mereka buat. Komunitas tukang ojek tidak mau merubah sistem yang telah mereka buat, sehingga mereka tetap berada dalam lingkaran budaya kemiskinan. Tingkat pendidikan formal tukang ojek cukup rendah, dibuktikan dengan hampir 5,71 % tukang ojek tamat SD atau tidak tamat Sekolah Dasar, 22,86 % tamat SMP atau tidak tamat SMP dan tamat SMA atau tidak tamat SMA 42,86 % serta ada 8,58% yang tamat atau tidak tamat perguruan tinggi. AV - public ER -