%X Penelitian ini menyelidiki teknik propaganda yang digunakan oleh penulis berita online tentang Islamophobia. Penelitian ini menggunakan pilihan leksikal berdasarkan analisis tekstual Fairlough dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kata-kata termasuk kata kerja, kata benda, kata keterangan dan teknik propaganda yang digunakan oleh penulis berita untuk menggambarkan Islam dan Muslim di artikel berita mereka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berdasarkan dari mirror.co.uk menemukan bahwa penulis menggunakan 72 kata termasuk kata kerja, kata benda, dan kata keterangan untuk menggambarkan Muslim. Sementara itu, thedailystar.net ditemukan bahwa penulis menggunakan 83 kata dengan makna negatif untuk menggambarkan Islam. Dari analisis pilihan leksikal, frekuensi teratas yang digunakan oleh kedua media adalah teroris, ekstrimis, radikal dan militan. Dari analisis teknik propaganda, ditemukan bahwa kedua media menggunakan name calling, card stacking, dan teknik propaganda testimonial. Kedua media tersebut menggunakan teknik name calling dengan total 155 kata, card stacking total 31 kalimat, dan 11 kalimat adalah teknik propaganda testimonial. Kedua media juga menggunakan kata-kata yang memiliki konotasi negatif, dan gambar. Dengan cara seperti itu, diusulkan agar dunia Islam hati hati akan pendapat keliru ini menggunakan propaganda negatif terhadap Islam dan mengambil langkah-langkah yang sesuai dan nyaman. %D 2020 %K CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS, PROPAGANDA, ISLAMOPHOBIA, MIRROR.CO.UK, THEDAILYSTAR.NET, LEXICAL CHOICES %L repounp35926 %A Wanda Pahuse %T Critical Discourse Analysis of Propaganda Created by Mirror.co.uk and Thedailystar.net for Concerning Islamophobia %I Universitas Negeri padang