<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Model Kooperatif Tipe Problem Possing dan&#13;
Motivasi Awal Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fauzan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sulman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hasil belajar fisika yang diperoleh siswa SMA Negeri 12 Padang masih&#13;
rendah. Hal ini terjadi karena guru terlalu mendominasi proses pembelajaran.&#13;
Selain itu, kurangnya motivasi awal siswa juga merupakan salah satu kendala&#13;
yang ikut mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang&#13;
dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan&#13;
menggunakan model kooperatif tipe problem possing. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui pengaruh model kooperatif tipe problem possing dan motivasi&#13;
awal siswa terhadap hasil belajar fisika siswa khususnya pada materi fluida.&#13;
Jenis Penelitian ini adalah gabungan quasi experiment dan deskriptif dengan&#13;
menggunakan desain treatmment by blocks 2x2. Populasi pada penelitian ini&#13;
berjumlah 97 orang dan sampel 33 orang siswa yang diambil secara acak.&#13;
Penelitian dilakukan di dua kelas yang dikelompokkan sebagai kelas eksperimen&#13;
dan kelas kontrol. Di kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan&#13;
menggunakan model kooperatif tipe problem possing sedangkan pada kelas&#13;
kontrol pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model konvensional.&#13;
Dalam masing-masing kelas, siswa juga dibedakan dalam dua kelompok yakni&#13;
tingkat motivasi awal tinggi dan rendah. Data penelitian diperoleh dari hasil&#13;
angket motivasi awal dan tes hasil belajar yang diberikan setelah eksperimen.&#13;
Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dan anava 2 arah untuk n&#13;
berbeda.&#13;
Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar fisika ranah kognitif&#13;
siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe problem&#13;
possing lebih tinggi dari siswa yang pembelajarannya menggunakan model&#13;
konvensional, 2) hasil belajar fisika ranah kognitif siswa yang memiliki motivasi&#13;
awal tinggi yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe problem&#13;
possing lebih tinggi dari siswa yang pembelajarannya menggunakan model&#13;
konvensional, 3) hasil belajar fisika ranah kognitif siswa yang memiliki motivasi&#13;
awal rendah yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe problem&#13;
possing lebih tinggi dari siswa yang pembelajarannya menggunakan model&#13;
konvensional, 4) tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran&#13;
dengan motivasi awal dalam mempengaruhi hasil belajar ranah kognitif siswa, 5)&#13;
rata-rata hasil belajar ranah afektif siswa yang pembelajarannya menggunakan&#13;
model kooperatif tipe problem possing berada pada kategori baik, dan 6) rata-rata&#13;
hasil belajar ranah psikomotor siswa yang pembelajarannya menggunakan model&#13;
kooperatif tipe problem possing berada pada kategori terampil.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-08-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;S2 Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>