%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Dasril, Dasril %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UNP %D 2013 %F repounp:35729 %I Universitas Negeri Padang %T Peningkatan Kemampuan Membaca Intensif dengan Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 14 Kota Bukittinggi %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35729/ %X Pembelajaran membaca pemahaman (lanjut) belum mampu mengemban misinya sebagai wahana pembinaan dan peningkatan kemampuan membaca karena selama ini menunjukkan bahwa pengajaran membaca pemahaman (lanjut) di Sekolah Dasar cendrung diabaikan, faktor yang melatarbelakangi diduga adanya anggapan yang salah terhadap membaca pemahaman itu sendiri. Guru menganggap bahwa pengajaran membaca telah berakhir ketika seorang siswa Sekolah Dasar telah dapat membaca dan menulis, setelah selesainya pengajaran membaca dan menulis permulaan yang biasanya dilaksanakan di kelas I dan II Sekolah Dasar. Berdasarkan survei awal, guru belum menciptakan pembelajaran yang memahami perkembangan peserta didik yang masih berfikir secara kongkrit. selain itu, pembelajaran belum dapat memikat peserta didik karena guru kurang selektif dalam memilih dan menggunakan pendekatan dalam pembelajaran membaca pemahaman (lanjut). Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan membaca intensif pada tahap prabaca, saat-baca, dan pascabaca di kelas III Sekolah Dasar Negeri 14 Kota Bukittinggi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dilaksanakan dalam proses berdaur (cyclical) yang terdiri dari empat tahapan, planing, action, observation/evaluation, dan reflection. Penelitian ini berlokasi di SD Negeri 14 Kota Bukittinggi, dengan subjek penelitian peserta didik kelas III. Keefektifan tindakan pada setiap siklus diukur dari hasil observasi dan penilaian kemampuan membaca. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterprestasikan, kemudian direfleksikan untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Sementara itu data hasil penilaian kemampuan membaca dianalisis dengan cara mendeskripsikan penilaian kemampuan membaca antar siklus. Kriteria keberhasilan pembelajaran mengacu pada hasil belajar berupa authentic assessment (scoring rubric) yang dicapai peserta didik pada setiap siklus. Kriteria keberhasilan adalah skor rata-rata yang dicapai peserta didik, berada pada kualifikasi Baik (B). Berdasarkan temuan, penelitian pembelajaran membaca dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif peserta didik. Peningkatan tersebut dilihat dari hasil penilaian yang dicapai peserta didik pada setiap akhir pembelajaran. Dari hasil penilaian terungkap bahwa rata rata nilai peserta didik kelompok atas pada siklus I adalah 68,7, pada siklus II 72,8, dan pada siklus III 84,5. Untuk kelompok tengah pada siklus I adalah 60,4, pada siklus II 68,2, dan pada siklus III 64,6. Adapun untuk kelompok bawah, rata-rata nilai yang dicapai pada siklus I adalah 46,6, pada siklus II 64,6, dan pada siklus III 73,5. Adapun rata-rata secara keseluruhan pada siklus I adalah 59,0, pada siklus II 62,9, sedangkan pada siklus III 80,0. Berdasarkan hasil yang dicapai oleh peserta didik tersebut, baik kelompok atas, tengah, maupun bawah, menunjukkan kualifikasi baik. Peningkatan kemampuan membaca intensif karena pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, melalui proses tahapan yaitu, prabaca, saat-baca dan pascabaca, dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses membaca.