%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Rodiyah, Rodiyah %A FT UNP, %B Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FT UNP %D 2013 %F repounp:35709 %I Universitas Negeri Padang %T Hubungan Status Sosial Ekonomi Orangtua dengan Hasil Belajar Kompetensi Perawatan Kulit Wajah Bermasalah Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 6 Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35709/ %X Penelitian ini dilatar belakangi dari pengamatan penulis tentang permasalahan dalam pembelajaran kompetensi Perawatan Kulit Wajah Bermasalah pada siswa Komptensi Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMKN 6 Padang yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif berbentuk korelasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecendrungan status sosial ekonomi orangtua memiliki hubungan dengan rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Kemudian untuk melihat hubungan status sosial ekonomi orangtua dengan hasil belajar serta mengukur keeratan hubungan faktor status sosial ekonomi dengan hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan Kulit SMKN 6 Padang yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi yang berjumlah 30 orang. Sebagai alat untuk mengetahui status sosial ekonomi orangtua menggunakan angket (kuisioner) yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dengan menggunakan metode penelitian korelasional dan untuk menguji hipotesis digunakan Uji korelasi pearson produck moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pencapaian responden tertinggi variabel status sosial ekonomi orangtua berada pada kategori sangat kurang (36,6%). (2) variabel hasil belajar siswa pada kompetensi Perawaran Kulit Wajah Bermasalah tidak tuntas sebesar 66,6 % (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara status sosial ekonomi orangtua dengan hasil belajar siswa kompetensi keahlian tata kecantikan kulit di SMKN 6 Padang pada taraf signifikansi 5% dengan hasil analisis koefisien korelasi sebesar > (0,610 > 0,374) dengan interprestasi memiliki hubungan yang kuat.