%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Sudarti, Elia %A Fakultas Bahasa dan Sastra, %B Pendidikan Sendratasik FBS UNP %D 2011 %F repounp:35695 %I Universitas Negeri Padang %T Eksistensi Tari Tor-Tor di Desa Taming Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35695/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Eksistensi Tari Tor-tor di Desa Taming Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat pada masa sekarang khususnya dalam acara pernikahan. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi melalui shoting dan pemotretan. Objek penelitian adalah tari Tor-Tor di Desa Taming Batahan Kecamatan Ranah Batahan kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian adalah bahwa tari Tor-Tor dibawa oleh nenek moyang suku Mandailing dari kota Panyabungan kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam upacara pernikahan tari Tor-Tor ditampilkan terdiri dari empat kelompok yaitu; (1) Tor-Tor Raja Raja dan Namora, (2) Tor-Tor Andorsoayu, (3) Tor-tor Naposo/Nauli Bulung, (4) Tor-Tor Pengantin. Pada upacara adat lainnya Tor-Tor yang ditampilkan adalah tiga kelompok, sedangkan acara-acara di luar adat Tor-Tor ditampilkan sesuai dengan keinginan pembuat acara (tidak terikat). Tor-Tor memiliki dua gerak inti yaitu manyambar dan mangeong, satu gerak penghubung yaitu dalan memutar yang ditampilkan di alaman nabolak jam 17-18 WIB. Gerak sumua Tor-Tor sama, alat musik pengiring adalah cenang, gong, simbal mini, suling, gordang dua, dan gordang sembilan. Tor-Tor berfungsi sebagai hiburan, kesinambungan kebudayaan, reaksi jasmani, pengintegrasian masyarakat. Penampilan Tor-Tor mulai tahun 2005 sampai tahun 2010 terus mengalami penurunan, Tor-Tor semakin jarang terlihat tampil di luar desa Taming Batahan. Namun, hingga saat sekarang ini Tor-Tor masih ditampilkan meskipun hanya di desa Taming Batahan.