%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Aina, Aina %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan S2 UNP %D 2012 %F repounp:35559 %I Universitas Negeri Padang %K PERILAKU NON-VOTING, PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH %T Perilaku Non-voting dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang Periode 2008 – 2013: Studi Kasus di Kecamatan Koto Tangah %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35559/ %X Pemilihan kepala daerah secara langsung bertujuan agar kepala daerah terpilih lebih kredibel dan sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga tingkat legitimasinya lebih tinggi. Kenyataan menunjukkan tingkat kehadiran masyarakat pada saat pemungutan suara (voting turn out) tidak tinggi. Kecamatan Koto Tangah merupakan kecamatan di Kota Padang yang memiliki angka tertinggi dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (golongan putih = golput) yaitu 42,51% dalam pemilihan kepala daerah Kota Padang Periode 2008 – 2013. Oleh karena itu penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana bentuk perilaku nonvoting dan penyebab terjadinya hal tersebut di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana informan penelitian dipilih berdasarkan snowball sampling yaitu pemilih yang golput dalam pemilihan kepala daerah Kota Padang periode 2008 – 2013 sejumlah 20 orang dengan berbagai latar belakang sosial. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh keabsahannya diuji melalui member check dan triangulasi sumber. Sementara itu analasis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk perilaku nonvoting dalam pemilu kepala daerah Walikota dan Wakil Walikota Padang Periode 2008 – 2013 di Kecamatan Koto Tangah, yaitu : (1) tidak datang ke tempat pemungutan suara ; dan (2) datang ke tempat pemungutan suara, tetapi tidak menggunakan hak suaranya secara benar. Sedangkan penyebab terjadinya perilaku non-voting di Kecamatan Koto Tangah berkaitan dengan empat faktor yaitu : (1) faktor psikologis ; (2) faktor sistem politik ; (3) faktor kepercayaan politik ; dan (4) faktor status sosial ekonomi.