@mastersthesis{repounp35453, title = {Interaksi Sosial Warga Beragam Suku Bangsa (Studi Kelompok Suku Bangsa di Desa Sei Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak).}, year = {2010}, school = {Universitas Negeri Padang}, keywords = {INTERAKSI SOSIAL, SUKU BANGSA,}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35453/}, author = {Kencana, Ade Andri Arta}, abstract = {Berlakunya pranata-pranata sosial dalam mengatur interaksi sosial di antara warga beragam suku bangsa merupakan penentu terhadap terselenggaranya stabilitas-stabilitas hubungan antar warga, betapapun di sisi lain terdapat ketidakseimbangan dalam perolehan berbagai sumber daya antara mereka. Desa Sei Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, merupakan bentuk desa berpenduduk multi suku yang hidup membaur. Sebagian besar yang terjadi di banyak tempat, hubungan antar warga beragam suku bangsa sering menimbulkan pertikaian dan kerusuhan. Namun sebaliknya yang terjadi di desa ini, meski terdapat potensi pertikaian, namun dengan prinsip-prinsip sosial budaya yang berkembang, mereka mampu mempertahankan stabilitas hubungan tersebut. Dalam konteks kini, menemukan indikasi adanya persoalan ketidakseimbangan dalam perolehan berbagai sumber daya yang dialami suku Melayu. Sementara kalau lihat dari kelompok suku lain, terlihat lebih bervariasi. Kondisi demikian, memungkinkan pendorong timbulnya tindak kejahatan, yang sebagian besar dituduhkan suku Melayu sebagian pelakunya, sehingga semakin kompleks masalah yang dihadapi oleh suku Melayu. Gambaran lain memperlihatkan, adanya pola hubungan yang bersifat patron-klien amat kuat. Misalnya antara warga-warga Tionghoa-Batak, JawaMelayu, Bengkinang-Melayu, Batak Jawa. Hubungan yang demikian terpolanya kedekatan dan bahkan saling ketergantungan. Pola kerjasama juga terlihat pada berbagai bidang industri dan usaha, yang pada awalnya bersifat patron klien, namun pada akhirnya terciptanya hubungan pertemanan dan pertetanggaan. Dalam pola kerja sama inipun terlihat pasangan-pasangan suku bangsa. Namun warga Melayu tetap sebagai pemburu, pihak yang membutuhkan, sehingga kepada suku apapun mereka menjadikan hubungan demi kebutuhan tadi. Pengamatan memperlihatkan, meski terdapat renik-renik ketegangan, namun kekentalan dan kebersamaan antar warga beragam suku bangsa merupakan fenomena tersendiri. Kedekatan hubungan tersebut yang sudah berlangsung lama, menjadi tonggak tersendiri dalam melahirkan akar budaya kerja sama antara mereka.} }