%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Maryam, Enny %A Pascasarjana UNP, %B S2 Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNP %D 2016 %F repounp:35419 %I Universitas Negeri Padang %K Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair share %T Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Kemampuan Matematika Siswa di Kelas XI IPA SMAN 1 Lubuk Sikaping. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35419/ %X Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Lubuk Sikaping disebabkan proses pembelajaran yang tidak bervariasi. Pembelajaran cendrung berpusat pada guru. Siswa pada umumnya mendengarkan saja penjelasan guru, tanpa diberi kesempatan untuk mendapatkan sendiri. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengungkap: 1) Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share terhadap pemahaman konsep matematika siswa. 2) Perbedaan pemahaman konsep antara siswa laki-laki dan perempuan. 3) Interaksiantara model pembelajaran kooperatif tifeThink-Pair-Sharedan genderdalam mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa.4) Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe ThinkPair-Share terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. 5) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan perempuan. 6) Interaksiantara model pembelajaran kooperatif tifeThink-Pair-Sharedan genderdalam mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu ( quasi experiment). Penelitian ini dilaksanakan pada Kelas XI IPA di SMA N 1 Lubuk Sikaping Tahun Pelajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan Random. Untuk mendapatkan data penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan matematika . analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji Anava Dua Arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe Think Pair share lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. (2) Tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. (3) Tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan gender dalam mempengaruhi pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.