@phdthesis{repounp35363, title = {Analisis Penerapan Praktek Akuntansi Pada Usaha Kecil dan Menengah Binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Untuk Wilayah Kota Padang}, year = {2008}, school = {Universitas Negeri Padang}, month = {February}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35363/}, author = {Sitanggang, Erlina Uli Ubalda}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan praktek akuntansi yang dlihat dari faktor tingkat pendidikan, pelatihan akuntansi, serta pengalaman kerja di bidang akuntansi pemilik/pemimpin dan tenaga pembukuan pada UKM di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah UKM Formal yang memperoleh izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Barat. Teknik pengambilan sampel digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Laporan keuangan yang paling banyak dibuat oleh UKM di Kota Padang adalah laporan laba/rugi, neraca, dan catatan atas laporan keuangan laporan arus kas, sedangkan laporan perubahan modal memang lebih sedikit Rata-rata praktek akuntansi keuangan perusahaan yang termasuk dalam kategori baik adalah akun pendapatan dan akun beban. Untuk akun kas dan bank, piutang, persediaan, aktiva tetap, dan modal dikategorikan cukup. Sedangkan akun utang, dan sistem akuntansi masing kurang. (2) Pemilik/pemimpin yang berpendidikan {\ensuremath{<}} SMA-SMA sebanyak 9 (25,7\%) orang dan yang berpendidikan D3-S2 sebanyak 26 (74,3\%) orang. Untuk tenaga pembukuan yang berpendidikan {\ensuremath{<}} SMA-SMA sebanyak 14 (40\%) orang dan yang berpendidikan D3-S2 sebanyak 21 (60\%) orang (3) Pemilik/pemimpin yang pernah mengikuti pelatihan akuntansi sebanyak 24 (68,6\%) orang dan yang tidak pernah mengikuti pelatihan akuntansi sebanyak 11 (31,4\%) orang. Untuk tenaga pembukuan yang pernah mengikuti pelatihan akuntansi 30 (85,7\%)orang dan yang tidak pernah mengikuti pelatihan akuntansi sebanyak 5 (14,3\%) orang (4) Pemilik/pemimpin yang berpengalaman di bidang akuntansi 18 (51,4\%) orang dan yang tidak berpengalaman di bidang akuntansi sebelumnya sebanyak 17 (48,6\%) orang. Untuk tenaga pembukuan yang berpengalaman di bidang akuntansi 23 (65,7\%) orang dan yang tidak berpengalaman di bidang akuntansi sebelumnya sebanyak 12 (34,3\%) orang. Penulis menyarankan kepada Instansi yang terkait dengan pengembangan UKM, agar mengadakan pelatihan akuntansi yang lebih memfokuskan pada pembuatan laporan keuangan dan segera merancang peraturan khusus untuk menyelenggarakan pembukuan pada UKM.} }