@phdthesis{repounp35269, title = {Struktur dan Fungsi Teks Pasambahan Duduak Jantan-jantan Godang di Kenagarian Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya}, year = {2012}, school = {Universitas Negeri Padang}, keywords = {STRUKTUR DAN FUNGSI TEKS}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35269/}, author = {Adha, Rini}, abstract = {Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan stuktur dan fungsi pasambahan pada pesta perkawinan di Siguntur Kabupaten Dharmasraya. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: (1) pasambahan sebagai sastta lisan, (2) pengertian pasambahan, (3) struktur pasambahan, dan (4) fungsi pasambahan. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan jenis penelitian kualitatif. Metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi pasambahan secara jelas dan terperinci. Latar penelitian adalah di Kenagarian Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmaraya. Mendapatkan data, diambil dari naskah pasambahan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk mendapatkan data tentang fungsi pasambahan, dilakukan studi pustaka yang sesuai dengan pasambahan yang diteliti. Struktur Pasambahan Duduak Jantan-Jantan Godang dalam berupa pembukaan, dimulai dengan pasambahan oleh si pangka untuk meminta izin kepada si alek menghidangkan jamba ke tengah-tengah si alek yang telah datang, penyampaian maksud, atau isi, yaitu mempersilahkah kepada si alek untuk menikmati makanan yang telah dihidangkan, penutup yaitu meminta izin untuk mengeluarkan piring jamba dari hadapan si alek dan sekaligus penyampaian ucapan terima kasih karena telah menghadiri acara duduak jantan-jantan godang tersebut serta kesepakatan si pangka dan si alek. Mengenai pasambahan duduak jantan-jantan godang, ditemukan satu pasambahan yaitu pasambahan makan yang terdiri dari pembukaan, penyampaian maksud atau isi dan penutup. Berdasarkan penelitian terhadap fungsi pasambahan, ada beberapa fungsi yang dapat diuraikan sebagai berikut: (1) fungsi sosial merupakan suatu nilai yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Siguntur, (2) fungsi pendidikan, di Siguntur jika seseorang berbicara sopan santun dengan tutur bahasa yang baik maka dianggap sebagai orang yang berpendidikan, (3) fungsi tanggung jawab, Masyarakat Siguntur harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat, (4) fungsi moral, pasambahan membimbing masyarakat Siguntur untuk bertingkah laku yang baik, memiliki moral yang baik ,(5) fungsi agama, yaitu terlihat pada budaya Minangkabau yang berpatokan pada "adat bersandi syara, syara bersandi kitabullah", (6) fungsi adat. Setiap acara yang berbau adat di Siguntur menggunakan pasambahan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan ataupun untuk merundingkan sesuatu agar mencapai kata mufakat, dan (7) fungsi bahasa. Melalui pasambahan inilah masyarakat Siguntur bisa melestarikan bahasa dan budaya daerah.} }