%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Harahap, Rina Muthia %A FIS UNP, %B Pendidikan Geografi FIS UNP %D 2012 %F repounp:35241 %I Universitas Negeri Padang %K POLA DIFUSI SPASIAL %T Pola Difusi Spasial Kebun Kopi Arabika di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 2000-2010 %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35241/ %X Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tipe-tipe dan lokasi terjadinya difusi spasial (penjalaran objek-objek geografi pada ruang sehubungan dengan perjalanan waktu) yang terdapat pada perluasan kebun kopi arabika di Kabupaten Kerinci dari tahun 2000 hingga 2010, serta kaitan antara tingkat kepadatan kebun kopi arabika dengan kemiringan lereng, ketinggian tempat, penggunaan tanah, dan status lahan di Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian menggunakan teknik analisis autokorelasi spasial dan uji spasial statistik. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer mencakup titik-titik koordinat kebun kopi, arah dan jarak, luas, pemilik serta tahun penanaman setiap persil kebun kopi. Data primer lainnya yaitu Digital Elevation Model (DEM) SRTM, Citra Landsat TM7, dan image dari Google Earth. Sedangkan data sekunder berupa data alamat petani kopi arabika di Kecamatan Kayuaro dan Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci tahun 2000-2010. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei, wawancara, studi literatur, interpretasi citra dan pengunpulan data dari berbagai instansi. Selanjutnya data tersebut diolah dengan software Arc View, ArcMap dan GeoDa. Pada penelitian ini ditemukan hasil sebagai berikut : 1) terdapat dua tipe difusi spasial yang terjadi pada perluasan kebun kopi arabika di Kabupaten Kerinci tahun 2000- 2010 yakni difusi ekspansi dan difusi relokasi, 2) lokasi terjadinya difusi yakni di Kecamatan Kayu Aro dan Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, 3) terdapat empat faktor yang berpengaruh pada tingkat kepadatan kebun kopi arabika di Kecamatan Kayuaro dan Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci yaitu kemiringan lereng, ketinggian tempat, penggunaan tanah dan status lahan.